Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

NTB Kirim 2000 TKI Cleaning Service ke Timur Tengah

Yusuf Riaman
13/11/2015 00:00
NTB Kirim 2000 TKI Cleaning Service ke Timur Tengah
(ANTARA)
PEMERINTAH Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkirakan sekitar 10% dari 1,8 juta TKI yang bakal dideportasi dari
Arab Saudi merupakan warga NTB yang telah menetap di Timur Tengah selama 8 hingga 10 tahun.
   
"Cukup banyak memang, kepulangan mereka tetap kita pantau. Pada tahap pertama misalnya dari 466 orang sebanyak 18 di antaranya warga NTB," kata Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan TKI, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB H Zainal kepada Media Indonesia Jumat (13/11) di
Mataram.
   
Program percepatan repatriasi WNI overstayer dan undocumented (belum memiliki dokumen jati diri) di Saudi Arabia yang sedang ditangani pemerintah hingga 2016, tidak kemudian menyurutkan minta TKI asal NTB untuk bekerja di luar negeri termasuk ke Saudi.
   
Meskipun moratorium pengiriman TKI bagi pekerja Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT)atau pembantu rumah tangga belum dicabut untuk tujuan Timur Tengah, tetapi di sisi lain tenaga kerja wanita asal NTB masih bisa mendapat peluang kerja ke Timur Tengah dengan job sebagai cleaning service.
   
Sejak dibukanya job cleaning service untuk wanita sebulan lalu, setidaknya NTB telah mengirimkan sebanyak 2.000 tenaga  clening service wanita. "Kita khawatir jangan-jangan sampai di sana mereka dialihkan sebagai pekerja rumah tangga. Kalaupun benar itu bukan salah kita karena jobnya memang ada," ujar Zainal.
   
Selama ini NTB mengirimkan sebanyak 35 hingga 40 ribu tenaga kerja ke luar negeri, sebagian besar tujuan Malaysia sebagai pekerja di kebun kelapa sawit.
   
Akibat penutupan Bandara Internasional Lombok (BIL)selama lebih kurang 7 hari akibat erupsi Gunung Barujari, praktis selama itu tidak ada pemberangkatan maupun TKI pulang dari Malaysia yang terbang langsung BIL.

“Kuala Lumpur menggunakan pesawat AirAsia yang selama ini 3 sehari. Sekitar 5000 TKI kita kirim ke Malaysia setiap bulan," ujar Zainal. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya