Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Studi Kelayakan Tol ke Bali Utara Selesai Akhir Tahun Ini

Arnold Dhae
12/11/2015 00:00
Studi Kelayakan Tol ke Bali Utara Selesai Akhir Tahun Ini
(ANTARA/ANDIKA WAHYU)
WAKIL Gubernur Bali I Ketut Sudikerta mengatakan feasibility study (FS) atau studi kelayakan tentang pembangunan jalan tol Kuta-Tanah Lot-Soka-Seririt dan Soka-Pekutatan-Gilimanuk akan selesai Desember 2015.

"FS akan berakhir tahun ini dan FS itu akan dipresentasikan ke beberapa pihak," ujar Sudikerta saat ditemui di Inna Bali Hotel Denpasar, Kamis (12/11).

Menurut Sudikerta, setelah FS nantinya baru diketahui berapa besar biaya yang dibutuhkan. Berapa pun besar biayanya, menurut Sudikerta, tetap harus dibangun karena tol baru yang akan menghubungkan Bali selatan, utara dan barat ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat akses pelayanan publik di Bali. Selain mempercepat akses pelayanan publik, tol ini jug akan juga merangsang investasi di Bali utara dan barat.

"Siapa yang mau berinvestasi di utara Bali kalau akses jalannya tidak ada ata macetnya luar biasa. Makanya tol yang menghubungkan Bali selatan dan utara ini sangat penting untuk segera dibangun," ujarnya.

Sementara untuk pembebasan lahannya akan dimulai pada 2016. Pembebasan lahan itu juga buka merupakan tanggungjawab pemerintah setempat melainkan juga tanggungjawab investor. Dana pembangunananya akan dilakukan seperti pembangunan jalan Tol Bali Mandara, yakni sistem korporasi. Pembangunan akan dilakukan oleh PT Waskita Tol Bali Mandara yang saat ini sudah menjadi Perusahaan Daerah Bali.

Tol itu diyakini bisa memecahkan kemacetan jalur Denpasar-Gilimanuk, Denpasar-Buleleng. Ia mencontohkan, jika sebelum pembangunan Tol Bali Mandara, terjadi kemacetan di Denpasar-Ngurah Rai, Denpasar-Nusa Dua. Namun saat Tol Bali Mandara beroperasi, kemacetan itu sudah tidak ada lagi. Sekarang malahan dalam Kota Denpasar yang macet.

Sudikerta juga berjanji tol dari Bali selatan ke utara dan barat itu akan dibangun kurang lebih 3 sampai 4 tahun.
"Yakinlah, tol itu akan dibangun dalam masa pemerintahan Sudikerta yang baru. Karena, saya ini konsen dengan pembangunan di Buleleng. Akses ke utara harus lebih cepat, potensi di utara itu juga luar biasa. Jangan sampai investasi dan pembangunan numpuk di selatan Bali," ujarnya.

Setelah selesai bangun tol, Sudikerta berjanji akan memperjuangkan pembangunan bandara di Buleleng dengan kapasitas yang harus lebih besar dari Bandara Ngurah Rai.(Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya