Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Waduk Logung akan Rampung Lebih Cepat

Iqbal Musyaffa
11/11/2015 00:00
 Waduk Logung akan Rampung Lebih Cepat
(Antara Foto/Yusuf Nugroh)
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan pembangunan Waduk Logung, di Kudus, Jawa Tengah, bisa selesai satu tahun lebih cepat.

“Sampai hari ini kemajuan pembangunan proyek sudah mencapai 13,54% atau lebih tinggi dari rencana 10,47%. Kami optimis proyek ini akan diselesaikan sesuai instruksi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yakni setahun lebih cepat dari target semula pada Desember 2018 menjadi Desember 2017. " kata Kepala Satuan Kerja Waduk Logung Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Duki Malindo dalam siaran pers, Rabu (11/11).

Menurutnya, capaian itu terdiri atas pembangunan di segala sisi, mulai pekerjaan pembangunan saluran pengelak, galian bendung utama, pembangunan jalan akses proyek dan lainnya. Selain itu, juga dibangun akses kerja yang di beton sehingga meski kondisi hujan, aktivitas pekerjaan tidak terhambat.

Ia juga menyebut sejumlah upaya untuk mendukung percepatan proyek dari APBN senilai Rp 600 miliar ini antara lain dengan menerapkan sistem kerja 7 hari dengan dua shift.

"Dari sisi pembebasan lahan relatif tidak ada masalah, karena lahan proyek seluas 190 ha sebagian  besar adalah lahan tidur atau garapan dari dua desa dari dua kecamatan di Kabupaten Kudus," jelasnya.

Hingga saat ini, Malindo menjelaskan sudah 112 ha lahan yang telah dibebaskan dan dari jumlah itu, sekitar12,6 ha di antaranya adalah lahan milik Perhutani dan sisanya sekitar 35 ha adalah hutan dan area irigasi.

Malindo optimis karena hambatan teknis dan sosial proyek tersebut relatif bisa diprediksi dan diatasi sehingga dengan percepatan penyelesaian Waduk Logung, manfaat dari proyek ini bisa segera dirasakan oleh masyarakat.

Manfaat waduk dengan tipe urugan inti tegak tersebut sudah sangat dinantikan masyarakat Kabupaten Kudus dan Pati Jawa Tengah yang nantinya akan mampu mengairi sawah dari semula 2.200 ha menjadi seluas 5.296 ha, sumber air baku sebesar 200 liter/detik, mengurangi banjir hingga 25%, pariwisata, dan potensi pembangkit listrik mikro hidro sebesar 0.5 Megawatt.

Secara teknis, waduk ini memiliki kapasitas tampungan sebesar 20,15 juta m3 dan kapasitas tampung efektif 13,72 juta m3 dengan tinggi bendungan 55,20 meter dan panjang bendungan 338.338,43 meter. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya