Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) terus membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di desa-desa. BPBD Banyumas membentuk FPRB di Desa Gumelar, Kecamatan Gumelar dan sebelumnya di Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok.
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banyumas Kusworo mengungkapkan dalam sepekan terakhir, BPBD membentuk FPRB di dua titik yakni Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok dan Desa Gumelar, Kecamatan Gumelar.
"Pembentukan FPRB diisi dengan berbagai materi di antaranya adalah kerja para relawan saat melakukan penanggulangan bencana, dapur umum serta penggunaan komunukasi ketika terjadi bencana," ujar Kusworo, Rabu (12/12).
Menurut Kusworo, dengan adanya peningkatan kapasitas, hal itu diharapkan bakal mengurangi risiko bencana.
"Jadi, kalau ancamannya dan kerentanan tinggi, butuh peningkatan kapasitas. Jika kemampuan dan kapasitas ditingkatkan maka risiko bencana akan dapat diminimalkan," katanya.
Baca juga: Sumber Air Bersih Ibu Kota Dicemari Limbah B3
Dijelaskan oleh Kusworo, setiap tahunnya, sejak 2013 lalu, BPBD terus membentuk FPRB terutama di daerah-daerah yang risikonya bencananya tinggi.
"Pembentukan FPRB dilaksanakan di desa-desa yang memiliki kerentanan dan potensi bencana tinggi. Terutama pada musim penghujan seperti sekarang, seluruh elemen masyarakat harus meningkatkan kesiapsiagaan," jelasnya.
Di Banyumas, berdasarkan catatan BPBD di Banyumas ada tujuh kecamatan rawan banjir, sedangkan potensi longsor sebanyak 19 kecamatan. Selain itu, ada potensi banjir bandang juga sebanyak tujuh kecamatan. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved