Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Irjen Kemenndag Sidak Pasar Rau Serang

Wibowo Sangkala
11/12/2018 15:10
Irjen Kemenndag Sidak Pasar Rau Serang
(ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

MENJELANG Natal dan Tahun Baru, sejumlah harga kebutuhan pokok di Pasar Rau, Serang, Banten, mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Seperti harga telur ayam yang semula Rp22 ribu per Kilogram naik menjadi Rp26 ribu per Kilogram. Begitu juga dengan harga beras dengan kualitas bagus naik dari Rp12 ribu per Kilogram menjadi Rp14 ribu per Kilogram.

Kenaikan tersebut disebabkan adanya tradisi masyarakat Banten dalam merayakan Muludan (Maulid Nabi). 

"Kalau Bulan Mulud semua kebutuhan pokok pasti naik. Ini tidak hanya terjadi sekarang saja, tapi tiap tahun," ungkap salah seorang pedagang Pasar Rau, Sofiatun, Selasa (11/12).

Dalam tradisi Muludan tersebut masyarakat membeli sejumlah kebutuhan pokok dalam jumlah yang banyak dan membagi-bagikannya kepada masyarakat lainnya.

Kehadiran Irjen Kementerian Perdagangan, Srie Agustine, ke Pasar Rau untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru. Dalam sidaknya, Srie bercengkrama dengan para pedagang menanyakan kondisi harga kebutuhan pokok, seperti beras, telur hingga ayam. 

"Hasil tinjauan kita, sejauh ini harga masih stabil. Tidak ada harga kebutuhan pokok yang kenaikkannya cukup tinggi," kata Srie.

Namun, Srie tidak menampik masih ada sejumlah kebutuhan pokok seperti beras dan telur yang mengalami kenaikan hingga seribu rupiah. 

"Beras dan terus masih mengalami kenaikan seribu rupiah per kilogram. Kenaikan itu masih wajar," ujar Srie.

 

Baca juga: Bandara Juanda Siapkan 328 Extra Flight untuk Nataru

 

Selain itu, Srie berharap kebutuhan pokok tidak mengalami kenaikan menjelang Natal dan Tahun Baru. 

"Saya berharap harga-harga ini tidak mengalami kenaikan menjelang Natal dan Tahun Baru," harap Srie.

Usai melakukan sidak ke Pasar Rau, Srie juga mendatangi Gudang Bulog milik Kadivre Bulog Banten untuk mengetahui ketersediaan beras bagi masyarakat Banten. Kadivre Bulog Banten masih memiliki stok beras sebanyak 5 ribu ton beras. Stok tersebut masih aman sampai 10 bulan ke depan. 

"Stok masih aman. Bulog masih punya 5 ribu ton beras dan itu aman buat 10 bulan ke depan," ungkap Srie. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya