Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN unit rumah warga di berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengalami kerusakan selama terjadi bencana pada November tahun ini.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, selama November sedikitnya terjadi 27 kali bencana.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman, mengatakan bencana selama November terjadi di hampir 70 desa dan kelurahan di lebih dari 20 kecamatan. Bencana selama tingginya intensitas curah hujan di antaranya banjir, pergerakan tanah, longsor, puting beliung, termasuk kebakaran.
"Dari hasil pendataan di lapangan terdapat 60 unit rumah yang terdampak bencana terdiri dari 19 unit rumah rusak berat, 25 unit rumah rusak sedang, dan 16 unit rumah rusak ringan," kata Eka, Minggu (9/12).
Eka menuturkan selain rumah rusak berat, sedang, dan ringan, terdapat juga rumah yan terancam sebanyak 21 unit dan terendam sebanyak 1 unit. Berbagai kejadian bencana itu berdampak terhadap 66 kepala keluarga atau sebanyak 172 jiwa.
"Berbagai infrastruktur bangunan fasilitas umum juga banyak yang rusak. Setidaknya terjadi di 23 titik," jelasnya.
Baca juga: Ribuan Ton Sampah dl Sungai BKT Semarang Dikeruk
BPBD Kabupaten Sukabumi sudah melakukan berbagai penanganan terhadap berbagai kejadian bencana di sejumlah titik. Termasuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.
"Penanganannya bersifat sementara. Untuk penanganan permanen nanti dilakukan dinas teknis di masing-masing OPD," terang Eka.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi, sudah menetapkan status siaga darurat bencana banjir dan longsor. Penetapannya diberlakukan mulai 5 November 2018 hingga 31 Mei 2019.
Penetapan status siaga darurat banjir dan longsor di Kabupaten Sukabumi menyusul telah ditetapkannya juga status serupa yang dilakukan Pemprov Jawa Barat. Di tingkat Pemprov Jabar penetapan siaga darurat banjir dan longsor mulai 1 November 2018 hingga 1 Mei 2019.
"Belum lama ini kami sudah melakukan apel siaga bencana untuk menjalankan SK gubernur. Apel siaga bencana dilaksanakan serentak di semua kota dan kabupaten di Jawa Barat melalui polres masing-masing wilayah," sebut Eka.
Eka menyebutkan bersamaan tingginya intensitas curah hujan saat ini, potensi bencana hidrometeorologi dan hidroklinatologi juga relatif meningkat. BPBD terus mengimbau warga agar mewaspadai berbagai potensi kebencanaan bersamaan tingginya curah hujan saat ini hingga diprediksi terjadi beberapa bulan ke depan.
"Kami juga menyiagakan personel selama 24 jam," pungkasnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved