Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGHADAPI Natal dan pergantian tahun 2019, kebutuhan beras untuk masyarakat berada di wilayah Priangan Timur tetap aman dalam waktu 5 bulan ke depan. Perum Bulog selama ini telah melakukan penyimpanan beras kualitas medium di gudang di Tasikmalaya, Ciamis dan Kabupaten Garut sebanyak 17.500 ton.
"Kebutuhan beras di wilayah Kota/Kabupaten mulai dari Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Banjar, Pangandaran dan Kota Tasikmalaya masih aman dalam 5 bulan ke depan. Bulog sendiri selama ini banyak mengeluaran beras terutama dalam operasi pasar murah, dan jika kekurangan bisa meminta daerah lain seperti Cirebon, Cianjur dan Sukabumi," kata Wakil Kepala Bulog Ciamis, Yeti Hadiwiyati, Sabtu (1/12).
Yeti mengatakan menjelang natal dan tahun baru, kebutuhan beras selama ini masih tetap aman dalam waktu 5 bulan kedepan dan tidak ada kekurangan. Di setiap gudang yang ada di Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis dan Garut masih tersimpan sisa yang memikili kualitas beras medium. Stok beras tersebut merupakan sisa pengeluaran bagi masyarakat.
"Untuk beras kualitas medium yang berada di setiap gudang penyimpanan selama ini tetap tersedia seperti halnya di Kota Tasikmalaya sebanyak 4.335 ton, Kabupaten Ciamis 1.419 ton dan Kabupaten Garut 5.850 ton. Namun, kebutuhan beras yang tersimpan semuanya sisa beras, yaitu beras yang keluarkan bagi masyarakat berada di Priangan Timur," ujarnya.
Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Sejumlah Kebutuhan di Brebes Naik
Selain itu, Yeti mengungkapkan sekarang ini bulog belum melakukan penyerapan gabah kering giling di tingkat petani. Hal itu karena sebagian petani telah melakukan musim tanam dan ada juga sebagian lagi menunggu musim panen.
Ia mengatakan, penyerapan gabah biasanya dilakukan di setiap daerah, dan yang paling banyak di Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Ciamis dan Pangandaran. Jumlah penyerapan rata-rata mencapai 70.000 ton, akan tetapi hingga kini belum ada penyerapan beras petani.
"Alhamdulilah, menghadapi Natal dan tahun baru 2019, kebutuhan beras medium berada di Priangan Timur masih tetap aman 5 bulan ke depan," pungkasnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved