Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUM Bulog Subdivre Karawang-Bekasi tengah menyiapkan strategi dalam menjaga stabilisasi harga beras, menjelang Natal dan Tahun Baru 2019. Dari pendistribusian beras ke desa dan pasar bakal menjadi pilihan Bulog menjaga harga beras.
Kepala Perum Bulog Subdivre Karawang-Bekasi, Sulais, mengungkapkan stok beras di gudangnya mencapai 71 ribu ton. Kebutuhan itu pun diklaim bisa untuk memenuhi 14 bulan ke depan.
"Penetrasi pasar telah kita lakukan di Karawang melalui operasi di seluruh pasar Karawang. Lebih dari 5.000 ton telah kita gelontorkan kepada distributor. Tujuan menjaga harga tetap stabil. Kita pun bersama tim di pemerintah daerah terus melakukan pemantauan harga setiap harinya," kata Sulais kepada Media Indonesia, Jumat (30/11).
Sulais mengatakan selain penetrasi pasar, Bulog juga menawarkan strategi lain kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dengan melakukan operasi pasar ditingkat desa.
Caranya, lanjut Sulais adalah TPID hanya tinggal menginformasikan desa mana saja yang siap untuk dilakukan operasi pasar. Bulog kemudian menyediakan kebutuhan beras sesuai dengan pesanan.
"Konsepnya tinggal desa nanti melakukan pengajuan kepada TPID. Kemudian kita sediakan berasnya. Misalnya Desa Batujaya membutuhkan 10 ton beras. Maka kita akan kirim," katanya.
Beras untuk operasi pasar pun akan dijual sangat murah yakni Rp8.500 per kilogram dengan kualitas beras medium.
Sementara itu, TPID Kabupaten Karawang, mengakui tengah mewaspadai kenaikan laju inflasi pada natal dan tahun baru.
Baca juga: KA Joglosemarkerto Dioperasikan Mulai 1 Desember
Kepala Bagian Ekonomi Asda II, Heri Heryadi mengatakan dari pantauan TPID, laju inflasi di daerah jauh lebih rendah dibandingkan inflasi Pemerintah Pusat. Saat ini laju inflasi di Karawang hanya 3,49%.
Heri menyebutkan penyebab laju pertumbuhan inflasi di Karawang saat ini akibat tingginya pertumbuhan pasar moderen atau mall. Kedua akibat naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) ikut menyumbang laju inflasi.
"Tetapi sejauh ini harga masih sangat normal di pasar-pasar tradisional. Ada kenaikan, tetapi tidak signifikan. Justru yangbkita waspadai saat ini adalah pertumbuhan inflasi di hari besar seperti natal dan tahun baru. Ketersedian pasokan ini yang kita jaga," kata Heri.
Ia mengatakan TPID telah mengkoordinasikan kekhawatiran itu kepada seluruh instansi pengontrol pasokan di daerah seperti Bulog, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pangan dan Dinas Pertanian setempat.
"Bagaimana mereka harus berperan aktif dalam menjaga pasokan. Biasanya ketersedian pasokan ini menjadi persoalan kita di pasar-pasar," katanya.
Kemudian juga yang perlu diperhatikan, lanjut Heri adalah kelancaran persoalan distribusi kebutuhan pokok harus diperhatikan pemerintah.
"Harga-harga naik, kita langsung jaga pasokan dengan operasi pasar. Tadi kita sudah rapat, tim harus siap siaga, memperhatikan laju harga di pasar," pungkasnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved