Kamis 22 Oktober 2015, 00:00 WIB

Nelayan Asing Kembali Curi Ikan di Perairan NTT

Palce Amalo | Nusantara
Nelayan Asing Kembali Curi Ikan di Perairan NTT

Ilustrasi---ANTARA

 
Nelayan Kupang memergoki kapal asing mencuri ikan di perairan Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Temuan itu terjadi pada 17 Oktober 2015 sekitar pukul 16.00 Wita kemudian dilaporkan ke wartawan, Kamis (22/10) setelah nelayan kembali dari melaut.

"Kami sering bertemu kapal nelayan asing dan kapal dari daerah lain mencuri ikan di perairan NTT menggunakan pukat harimau. Kapal-kapal itu dinakhodai oleh warga Filipina," kata Jois, nelayan yang melaporkan pencurian ikan tersebut kepada wartawan di Pelabuhan Perikanan Tenau.

Temuan tersebut adalah kedua kalinya dalam dua pekan terakhir. Sebelumnya nelayan memergoki kapal asing asal Filipina mencuri ikan di Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu.

Jois mengatakan pencurian ikan yang dilakukan nelayan asing maupun nelayan dari daerah lain di Indonesia mengakibatkan hasil tangkapan nelayan NTT terutama tuna dan cakalang menurun drastis. Penurunan hasil tangkapan terjadi mulai 2015.

"Hasil tangkapan tuna dan cakang pada 2008 masih melimpah, tetapi menurun mulai 2014 sampai saat ini," kata Dia.

Jois dan rekan-rekannya berharap pemerintah daerah dana aparat keamanan menangkap dan mengadili para nelayan tersebut, namun laporan yang disampaikan nelayan menurut dia, belum ditindaklanjuti.

"Kami minta kapal-kapal nelayan asing itu ditangkap. Nelayan semakin resah dengan keberadaan kapal-kapal ini," tandasnya.

Untuk meyakinkan pemerintah daerah, Jois memotret kapal pencuri ikan tersebut menggunakan kamera ponsel.

"Semua perairan NTT sudah dikelilingi kapal dari luar daerah dan luar negeri, terutama lintang selatan. Jika instansi terkait tidak percaya silahkan ikut kami melaut, karena kami yang tahu lokasi keberadaan kapal-kapal itu," jelasnya.

Ketua Perhimpunan Nelayan Indoensia Cabang Kupang Maxi Ndun yang dihubungi Media Indonesia lewat telepon mengatakan pihaknya berkali-kali melaporkan keberadaan kapal asing melakukan pencurian ikan di perairan NTT, namun tidak digubris oleh pemerintah.

Bahkan laporan secara tertulis menurut Dia, sudah disampaikan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. "Kami sudah kirim laporan tertulis ke menteri lewat anggota Dewan Perwakilan Daerah beberapa bulan lalu," kata dia. (Q-1)




Baca Juga

MI/Yose Hendra

Destinasi Wisata di Desa Manggopoh Menggeliat di Tengah Pandemi

👤Yose Hendra 🕔Selasa 22 Juni 2021, 15:37 WIB
Kawasan wisata Garuda Mas merupakan berkah alam dari Sungai Kalulutan yang membentang di Nagari...
MI/Djoko Sardjono.

Klaten Zona Merah Covid-19 Lagi

👤Djoko Sardjono 🕔Selasa 22 Juni 2021, 15:14 WIB
Pemkab Klaten telah menyiapkan 12 rumah sakit rujukan pasien covid-19 dengan jumlah total 330 tempat...
Antara.

Pemkab Banyumas Segera Jadikan Hotel sebagai RS Covid-19

👤Lilik Darmawan 🕔Selasa 22 Juni 2021, 14:46 WIB
Sekarang kapasitas tempat tidur yang dimiliki oleh seluruh RS yang ada di Banyumas kisaran 700...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jakarta sedang tidak Baik-Baik Saja

SEPEKAN ini warga Ibu Kota mengalami kecemasan akibat meningkatnya kembali kasus positif covid-19 secara signifikan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya