Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta mengajukan usulan perpanjangan masa tanggap darurat kekeringan. Alasannya, karena kekeringan di wilayah ini yang dinilai cukup parah.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kulonprogo Suhardiyana, Jumat mengatakan, usulan perpanjangan itu sudah disampaikan ke Bupati Kulonprogo. Namun, jelasnya, sampai saat ini masih dalam kajian sehingga belum ada keputusan terkait usulan perpanjangan itu.
Masa tanggap darurat bencana kekeringan di Kulonprogo yang berlaku hingga saat ini adalah mulai dari tanggal 25 Juli dan berakhir pada 30 Oktober 2018.
"Yang kami usulkan adalah perpanjangan yang berlaku mulai tanggal 1 November hingga tanggaol 19 November mendatang," jelasnya, Jumat (2/11).
Suhardiyana menambahkan, kekeringan Kulonprogo terjadi di 194 titik kekeringan yang tersebar di 30 desa dalam delapan kecamatan. Akibat kekeringan ini ujarnya, menyebabkan 7.436 kepala keluarga (KK) warga yang terdampak dan kesulitan mendapat air bersih.
"Dari 12 kecamatan di Kulonprogo hanya empat kecamatan saja yang tak mengalami dampak yakni Wates, Lendah, Galur, dan Temon," jelasnya.
Sementara permintaan dropping air bersih, menurut Suhardiyana, terus masuk dari berbagai desa dan dusun.
"Tapi anggarannya sudah habis," ujarnya.
Karenanya, lanjutnya, BPBD dan Tagana Kulonprogo mengandalkan bantuan dari pihak ketiga.
Distribusi air bersih ini menyasar ke Kecamatan Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo, Kokap, dan Pengasih karena memang cukup terdampak kekeringan.
ACT Sasar Gunungkidul
Sementara itu Aksi Cepat Tanggap (ACT) Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) kini melakukan dropping air bersih ke wilayah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koordinator Program ACT DIY Kharis Pradana mengatakan untuk wilayah Gunungkidul ini tersedia air bersih yang siap didistribusikan ke desa-desa yang memerlukan.
"Kami akan melakukan dropping hingga terjadi turun hujan dan bak-bak penampungan air terisi kembali," katanya.
Secara terpisah Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Gunungkidul, Isnawan Fibriyanto, mengatakan saat ini BUMD yang dipimpinnya ini mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi Kecamatan Rongkop, Tepus dan Panggang.
Ia menjelaskan kesulitan itu tidak semata-mata disebabkan berkurangnya sumber pasokan air bersih tetapi juga terjadi gangguan kelistrikan.Untuk wilayah Tepus dan Rongkop, imbuhnya, PDAM Tirta Handayani mengandalkan pasokan dari dua sumber air bersih, Wilayu-1 dan Wilayu-2.
"Tahun depan, akan dibangun satu sumur lagi, sehingga wilayah ini akan dipasok tiga sumber air bersih," katanya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved