Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGEMBANGAN hunian mewah di lereng Gunung Ringgit di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dikeluhkan masyarakat. Pengembangan properti mewah Taman Dayu itu dinilai merusak lingkungan hingga menyebabkan matinya mata air yang biasa digunakan warga.
Tokoh masyarakat desa setempat, Dardiri, kepada Media Indonesia menyampaikan mata air yang biasanya digunakan warga, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saat ini mati.
"Pengembangan properti mewah milik grup Ciputra ini meengubah lansekap total. Luasannya saya tidak tahu persis, mungkin mencapai ratusan hektare," cetus Dardiri, Jumat (26/10).
Berdasarkan pantauan di lapangan, lokasi itu masuk dalam kaki Gunung Ringgit, bagian dari Pegunungan Arjuna. Pengembangan properti di lokasi lahan pada ketinggian sekitar 400 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Dari Jalan Raya Desa Dayurejo, pengembangan properti mewah di lahan itu terlihat jelas. Bagian selatan Gunung Ringgit nampak dibelah hingga memisahkan kawasan yang hijau dengan area tandus karena kegiatan pengembang.
Di lokasi, saat ini sudah berdiri sejumlah bangunan mewah, baik berupa rumah-rumah mewah berharga miliaran rupiah, maupun gedung atau semacam tempat kongko kaum berduit yang dilengkapi kolam renang.
Bupati Pasuruan M irsyad Yusuf saat dikonfirmasi tentang dugaan perusakan lingkungan akibat proyek hunian mewah tersebut hingga menyebabkan matinya mata air, hanya menjawab ringan. Pihaknya akan segera mengecek ke lapangan. "Iya, nanti akan dicek dulu ke lapangan," ucap Irsyad singkat. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved