Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Hadapi Revolusi Industri 4.0, UNSA Rekonstruksi Kurikulum

Ferdinand
25/10/2018 15:15
Hadapi Revolusi Industri 4.0, UNSA Rekonstruksi Kurikulum
(MI/Ferdinand)

UNIVERSITAS Surakarta (UNSA) terus mempersiapkan diri untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Salah satunya dengan jalan merekonstruksi kurikulum.

Rektor UNSA Setiono mengatakan revolusi industri 4.0 menuntut perubahan dalam semua bidang, tidak terkecuali dunia pendidikan. Kurikulum yang ada mau tidak mau harus disesuaikan agar menghasilan lulusan yang kompeten dan berdaya saing tinggi.

Hal itu disampaikan Setiono dalam jumpa wartawan menjelang pelaksanaan wisuda periode Tahun Akademik 2017/2018 di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (25/10).

"Revolusi industri 4.0 merupakan sebuah keniscayaan. Perguruan tinggi harus mampu beradaptasi dan menciptakan lulusan yang inovatif dan adaptif," cetus Setiono.

Adaptasi mesti ditempuh salah satunya dengan jalan merekonstruksi kurikulum agar lebih responsif terhadap kemajuan teknologi informasi yang kian masif. Ini pula yang menjadi tema besar Dies Natalis ke-20 UNSA pada 27 Oktober mendatang.

Wakil Rektor I UNSA Djoko Sutanto menambahkan, rekonstruksi kurikulum itu dilakukan secara bertahap mulai tahun ini. Jika selama ini UNSA menggunakan kurikulum berbasis kompetensi, ke depan akan digantikan dengan kurikulum kerangka kualifikasi nasional Indonesia.

Dengan kurikulum baru itu lulusan yang dihasilkan UNSA kelak memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, memiliki kemampuan memecahkan
masalah, berjiwa kewirausahaan, dan memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik.

"Saat ini sudah dimulai oleh dua program studi di fakultas ilmu sosial dan ilmu politik. Ke depan menyusul fakultas yang lain," katanya.

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Surakarta Astrid Widayani mendukung penuh upaya jajaran rektorat UNSA itu. Dia juga menginginkan ke depan perguruan tinggi itu melakukan migrasi sistem pembelajaran, dari manual menjadi kombinasi daring dengan tatap muka. (A-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya