Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Tingkat Literasi Provinsi Lampung Rendah

Eva Pardiana
25/10/2018 15:05
Tingkat Literasi Provinsi Lampung Rendah
(ANTARA)

SURVEI Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Mei-Agustus 2018 menyebutkan tingkat literasi di Provinsi Lampung masih rendah, yaitu 48,43. Angka tersebut sedikit di bawah rata-rata nasional yang berada pada angka 48,48.

Kepala Kantor Bahasa Yanti Riswara mengatakan meski hanya selisih 0,05 di bawah rata-rata nasional, tingkat literasi Lampung termasuk kategori rendah karena idealnya berada di angka 70.

"Kami gunakan sampel siswa di 9 sekolah menengah atas, survei tersebut merepresentasikan literasi di Provinsi Lampung. Untuk seluruh provinsi di Indonesia, Sulawesi Selatan meraih skor untuk tingkat pemahaman teks paling tinggi, yaitu 98. Kita masih jauh tertinggal," kata Yanti selepas rapat koordinasi Gerakan Literasi Nasional, di Bandar Lampung, Kamis (25/10).

Menurut Yanti, rendahnya tingkat literasi di Lampung disebabkan oleh banyak faktor, di antaranya terbatasnya fasilitas, kurangnya pengetahuan guru, serta kondisi rumah tangga atau keluarga yang belum memiliki kesadaran literasi.

"Keluarga salah satu faktor paling berperan. Ada keluarga yang sudah membangun kebiasaan membaca di rumah dengan menyediakan buku, atau berlangganan surat kabar. Namun masih banyak keluarga yang tidak berpikir seperti itu," kata dia.

Kantor Bahasa sebagai salah satu instansi yang mengemban tugas pembinaan bahasa, menghimpun berbagai kekuatan yang ada di daerah, meliputi pemerintah daerah, media massa, akademisi, serta penggiat literasi untuk menyinergikan langkah menuju masyarakat literasi.

Yanti memaparkan sejak digalakkannya Gerakan Literasi Nasional pada 2016, Kantor Bahasa Lampung telah membina 580 komunitas literasi dan membagikan 5.600 eksemplar buku cerita rakyat kepada 1.500 sekolah.

"Kami juga menyusun materi bahasa dan sastra yang bersifat terapan sesuai kondisi di daerah. Sasaran kami semua pengguna bahasa," ujar Yanti. (A-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya