Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Emil akan Benahi Kawasan Muara Gembong yang Kumuh

Bayu Anggoro
09/10/2018 17:25
Emil akan Benahi Kawasan Muara Gembong yang Kumuh
(Koresponden/BAYU ANGGORO )

GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil akan menata Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Mantan Wali Kota Bandung itu menilai daerah tersebut kondisinya sangat memperihatinkan.

Ia menyebut Muara Gembong mengalami keterbelakangan, baik dari sisi ekonomi, pendidikan, maupun lingkungan. "Ini hancur. Bukan hanya kumuh, tapi hancur," ujar Emil, sapaan akrab Ridwan, di Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/10).

Emil menjelaskan, dari sisi ekonomi, para kepala keluarga yang  berprofesi sebagai nelayan tidak bisa menghasilkan tangkapan ikan yang maksimal karena keterbatasan yang dimiliki. Selain perahu-perahu yang  ada tidak bisa melaut karena rusak, kondisi pesisir lautnya pun rusak karena abrasi.

Akibatnya, lanjut Emil, perekonomian warganya memprihatinkan sehingga berdampak terhadap berbagai aspek kehidupan. "Rumah bilik, alasnya  tanah, kena banjir, daya beli sangat rendah," ungkpanya seraya menyebut terdapat salah satu kampung di Muara Gembong yang hilang tertelan abrasi.

Oleh karena itu, dia meminta jajaran di bawahnya untuk bersama-sama  mengatasi persoalan di daerah tersebut. "Minta dikeroyok. (Dinas) PU  perbaiki jalannya, abrasi oleh dinas kelautan, mangrovenya oleh (dinas) kehutanan, ada rutilahu (perbaikan rumah tidak layak huni), penyaluran kredit mesra (masjid sejahtera)," kata Emil.

Dengan perbaikan yang dilakukan bersama-sama, dia meyakini kawasan tersebut akan tumbuh sehat sehingga kualitas kehidupan masyarakatnya meningkat. Perbaikan ini ditargetkan rampung dalam waktu dua tahun.

Selain menata kawasan Muara Gembong, Emil mengaku sudah memerintahkan jajaran di bawahnya untuk memperbaiki wajah di wilayah kerjanya masing masing. "Saya perintahkan semua dinas-dinas ini membangun wajah kedinasannya dalam bentuk fisik."

Menurut Emil, hal itu dilakukan agar masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) ini memberi nilai lebih, terutama dari sisi penataan
kawasan. Sebagai contoh, Dinas Pertanian dan Peternakan tidak hanya mengurusi potensi produknya, tetapi juga mampu menciptakan kawasan  wisata berbasis pertanian dan peternakan.

Untuk Dinas Kehutanan, dia ingin kawasan hutan tertata lebih baik  seperti Taman Hutan Raya Djuanda di Bandung. Terhadap Dinas Kelautan, Emil meminta diadakan pasar ikan yang lengkap dengan restoran.

Untuk menata kawasan sungai, Emil akan menyiapkan alat pendeteksi banjir di setiap sungai. Alat itu sangat penting mengingat aliran sungai di Jawa Barat ini rawan bencana banjir.

"Ada manajemen air digital, juga studi banding di Jepang, ada EWS (alat pendeteksi dini). Ada sensor, kalau meluap, kita bisa paham," ungkap Emil seraya menyebut sungai yang diprioritaskannya seperti Citarum, Cimanuk, dan Ciliwung.

Selain itu, untuk menekan banjir, Emil akan membuat waduk-waduk baru, meski berukuran kecil. "Termasuk di sebelah Citarum, ada tanah yang bisa dijual. Kecil-kecil enggak masalah, tapi banyak," katanya.

Tak hanya itu, Emil pun ingin masyarakat mengubah pandangan tentang keberadaan sungai. Warga perlu menjadikan sungai sebagai wajah terdepan, bukan dijadikan tempat buangan. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya