Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung memastikan seismograf atau perangkat untuk mengukur serta mencatat gempa bumi yang dipasang di wilayahnya masih dalam kondisi baik.
Saat ini, di wilayah Jabar terdapat delapan alat seismograf yang dipasang di berbagai daerah, di antaranya Garut, Bogor, Cianjur, Bandung, Majalengka, Lembang, Sukabumi, dan Cisarua.
"Kami, BMKG bertugas melaksanakan pemantauan gempa bumi tektonik dengan alat seismograf jenis broadband yang berbentuk jaringan. Alat ini dapat merekam semua kejadian, baik gempa dekat dan gempa jauh di Jabar. Kami pastikan pula semua alat berfungsi dengan baik," ungkap Kepala BMKG Bandung Tony Agus Wijaya, Kamis (4/10).
Tony menyatakan seismograf tersebut langsung terhubung dengan aplikasi android yang bisa diakses melalui media sosial twitter dan facebook. Dengan begitu masyarakat bisa langsung mengetahui apabila ada kejadian gempa bumi.
"Jadi, kapan pun terjadi gempa bumi, datanya secara otomatis terkirim dan langsung dianalisis. Dengan begitu, BMKG bisa segera langsung menyampaikan setiap informasi gempa kepada masyarakat," beber Tony.
Sementara itu, mengenai ancaman gempa bumi yang mengintai wilayah Bandung dan sekitarnya, Tony mengimbau masyarakat tidak merisaukan. Saat ini, banyak informasi di media sosial yang menyebutkan pergerakan sesar Lembang bisa menghasilkan gempa magnitudo antara 7-8 skala Richter.
Peneliti kebencanaan geologi dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Igan S Sutawidjaja menyatakan banyak masyarakat yang menelan informasi mentah mengenai potensi gempa yang bisa dihasilkan dari pergerakan sesar atau patahan lembang.
"Masyarakat justru dibuat khawatir dengan pemberitaan yang beredar. Memang berpotensi bahaya dan merusak, hanya saja saya kira kekuatannya tidak akan sampai sebesar itu, mungkin di bawah 6 skala Richter," kata Igan saat dihubungi.
Menurut dia, langkah konkret yang perlu dilakukan sekarang adalah mempersiapkan masyarakat agar tanggap bencana dan tidak panik ketika bencana gempa itu terjadi.
"Karena yang jadi penyebab banyaknya korban jiwa adalah karena tertimpa reruntuhan bangunan. Pemerintah perlu menyiapkan rambu-rambu kebencanaan, seperti jalur evakuasinya, larangan berdiri di dekat gedung, sampai simulasi bencana," jelasnya. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved