Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Lamongan Alokasikan Dana Rp5,6 Miliar untuk Normalisasi Embung

Ahmad Yakub
04/10/2018 16:50
Lamongan Alokasikan Dana Rp5,6 Miliar untuk Normalisasi Embung
(MI/M Yakub)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur, mengalokasikan anggaran Rp5,6 miliar untuk menormalisasi 36 embung desa di sejumlah kecamatan. Pemkab pun bersiap membeli 14 eskavator untuk melaksanakan program tersebut.

Pengerukan puluhan embung itu untuk meminimalisasi bencana kekeringan dan banjir yang terjadi di kawasan setempat. Pembelian 14 unit eskavator juga dalam rangka pencanangan program pengerukan 1.000 embung.
    
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemkab Lamongan, Khusnul Yaqin, Kamis (4/10), mengatakan saat ini sudah ada 172 embung desa di delapan kecamatan yang antre menggunakan backhoe (alat berat untuk mengeruk) milik Pemkab Lamongan tersebut.
            
Bupati Fadeli menambahkan, Pemkab Lamongan menggratiskan pemanfaatan backhoe tersebut untuk pengerukan embung desa. Menurut dia, operasional alat berat itu akan didanai melalui APBDes sebagai bagian dari optimalisasi penggunaan dana desa.
    
"Ini dalam rangka antisipasi menjelang musim penghujan," ujar Fadeli saat pencanangan program pengerukan 1.000 embung di Desa Dumpiagung Kecamatan Kembangbahu, Kamis (4/10) siang.

Fadeli juga mengingatkan agar pelaksanaan program antisipasi bencana  banjir sekaligus penanggulangan kekeringan tersebut dilakukan dengan transparan. Beberapa tahun terakhir ini, bencana banjir tahunan yang terjadi di Lamongan semakin bisa diminimalisasi.

Ia mencontohkan, genangan banjir yang biasanya terjadi, terutama di kawasan Bengawan Jero, kini bisa surut dalam beberapa hari. Hal itu karena langkah strategis yang dilakukan Pemkab dengan menyiagakan sejumlah mesin pompa air pada sejumlah tempat.

"Menyediakan backhoe bagi program pengerukan 1.000 embung ini adalah ikhtiar kami untuk memberikan jaminan ketersediaan sumber air baku di pedesaan. Baik untuk pertanian maupun rumah tangga selama musim kemarau," jelasnya.

Fadeli berharap ke depan bisa menyediakan satu unit backhoe di setiap kecamatan di Lamongan. Sehingga bisa dimanfaatkan sebaik baiknya oleh masyarakat untuk menambah volume embung desa. Keberadaan tandon air berupa embung di pedesaan menjadi sangat penting.

Embung juga bisa digunakan memanen air saat musim penghujan untuk memenuhi kebutuhan di musim kemarau. Pengerukan diharapkan bisa meningkatkan kapasitas tandon air karena akan mengeruk sedimen hingga 135.460 meter kubik. (A-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya