Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

BNPB Sebut 1.747 Rumah Terkubur di Balaroa

Dhika Kusuma Winata
02/10/2018 18:40
BNPB Sebut 1.747 Rumah Terkubur di Balaroa
((Photo by Mohd RASFAN / AFP))

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih mendata dampak likuifaksi (tanah bergerak) yang terjadi akibat gempa di dua daerah di Palu, yakni Balaroa dan Petobo. Hasil pendataan sementara diperkirakan 1.747 unit rumah hancur tertelan lumpur.

"Dari citra satelit didapat, terjadi mekanisme tanah ambles dan lumpur naik sehingga menghancurkan kompleks perumahan. Perkiraan sementara 1.747 unit rumah hancur," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (2/10).

Daerah Balaroa, juga wilayah Petobo, tercatat merupakan daerah yang paling parah terkena dampak gempa Palu. Saat gempa melanda, tanah mengalami ambles sekitar 3 meter dan permukaan jalan naik hingga setinggi rumah.

"Kiami mendapat laporan korban-korban baik itu yang tertimbun bangunan maupun akibat likuifaksi sudah mengeluarkan bau menyengat," imbuhnya.

Sutopo mengatakan pihaknya belum bisa mengetahui persis jumlah korban di dua daerah tersebut. Pihaknya telah mengambil video kondisi di Balaroa menggunakan helikopter untuk melihat dampak kerusakan.

Berdasarkan laporan yang diterima, kata Sutopo, tim SAR sudah mulai masuk ke wilayah Balaroa, Patobo, dan Sigi.

"Kita belum tahu pasti seberapa banyak korban yang tertimbun di Balaroa, demikian juga di yang ada di Petobo. Tim SAR sudah mulai masuk ke wilayah sana," imbuhnya.

Kemarin, kata Sutopo, tim SAR gabungan menemukan 38 korban meninggal dunia di Hotel Roa Roa 2 orang, Sigi 1 orang, Donggala 3 orang, Balaroa 13 orang, Namboro 5 orang, Kabonea 2 orang, Petobo Atas 5 orang, dan Teluk Palu 2 orang.

Pada hari ini, Selasa (2/10), lanjutnya, operasi SAR juga masih dilakukan di Hotel Roa-Roa, Jono Oge, Mamboro Tondo, Balaroa, Petobo, Sigi dan Donggala.

"Sampai pukul 14.00 Wita, tim SAR mengevakuasi 46 orang. Sebanyak 31 orang di antaranya selamat dan 15 orang meninggal dunia," ungkap Sutopo. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya