Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Puncak Kemarau, Petani Indramayu Nekat Tanam Padi

Nurul Hidayah
27/9/2018 19:35
Puncak Kemarau, Petani Indramayu Nekat Tanam Padi
(ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

KENDATI puncak musim kemarau, petani di sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu tetap melakukan tanam padi. Penggunaan pompa akan dilakukan maksimal untuk menyelamatkan tanaman padi tersebut.

"Beberapa daerah di Kabupaten Indramayu memang melakukan tanam sebanyak 3 kali," ungkap Wakil Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang, Kamis (27/9).

Area tanam padi tersebut tersebar di Kecamatan Widasari, Sukagumiwang, dan  Bangoda dengan total luas lahan 12 ribu hingga 15 ribu hektare.

"Sekarang saja yang sudah melakukan tanam gadu kedua ada lebih kurang 300 hektare," ungkap Sutatang.

Ketiga daerah tersebut, lanjut Sutatang, selama ini memang selalu  melakukan tanam sekalipun musim kemarau berlangsung. Keberanian petani di tiga daerah tersebut untuk melakukan tanam dikarenakan letaknya cukup dekat dengan saluran irigasi.

"Ada yang dekat dengan Cimanuk maupun dengan Bendungan Rentang," ungkap Sutatang.

Karena cukup dekat dengan saluran irigasi, mereka bisa melakukan penyelamatan tanaman padi jika mengalami kekeringan. "Seperti dengan
pemompaan. Untuk pemompaan juga mudah dan tidak jauh," ungkap Sutatang.

Kenekatan petani di tiga daerah tersebut untuk tetap melakukan tanam padi dikarenakan hasil panennya biasanya akan dihargai tinggi. Selain karena petani yang menanam padi sedikit, juga karena gabah yang  dihasilkan juga lebih bagus karena lebih kering.

Sedangkan untuk area pertanian lainnya yang jauh dari saluran irigasi,  petani memilih untuk menanam palawija. "Tapi ada juga yang di-garung (dibiarkan)," ungkap Sutatang. (A-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya