Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Capaian Rendah, Sumsel Perpanjang Periode Imunisasi MR Gratis

Dwi Apriani
25/9/2018 18:30
Capaian Rendah, Sumsel Perpanjang Periode Imunisasi MR Gratis
( ANTARA FOTO/Ampelsa)

PEMERINTAH Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) memperpanjang periode pemberian vaksin campak-rubella (measles-rubella/MR) hingga akhir Oktober 2018. Perpanjangan itu karena masih minimnya realisasi cakupan imunisasi, yakni baru 47% dari target 95% yang dicanangkan Kementerian Kesehatan.

"Karena realisasi vaksin MR di Sumatra Selatan baru 47%, pemberian vaksin MR secara gratis ini diperpanjang sampai 31 Oktober," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nurainy, di Palembang, Selasa (25/9).

Lesty mengatakan Menteri Kesehatan memberikan target realisasi 95%. Hal itu untuk membangun terbentuknya imunitas atau kekebalan kelompok terhadap penyakit campak dan rubella. Dengan begitu, nantinya yang belum mendapatkan imunisasi bisa terlindungi juga.

"Vaksin MR ini diberikan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun. Di Sumsel targetnya 2.239.582 anak yang tersebar di 17 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut baru terealisasi 47%," bebernya.

Dari total 2.239.582 anak, sebanyak 401,792 anak berada di Palembang, lalu Prabumulih sebanyak 50.540 anak, Pagar Alam 35.156 anak, Lubuk  Linggau sebanyak 62.174 anak, dan Muratara 56.079 anak. Kemudian, di Pali sebanyak 58,837 anak, OKU 95.823 anak, OKI 223.687 anak, Muara Enim 175.011 anak, Lahat sebanyak 107.642 anak, dan Musi Rawas 107.116
anak.

Selain itu, di Musi Banyuasin ada sebanyak 180.713 anak, Banyuasin 233.213 anak, OKU Selatan sebanyak 96.457 anak, OKU Tmur sebanyak 171.788 anak, Ogan Ilir sebanyak 114.976 anak dan Empat Lawang 68.578 anak.

Menurut Lesty, realisasi 47% tidak merata yang artinya ada daerah-daerah tertentu yang hampir mencapai target. Daerah yang targetnya sudah di atas 80% seperti Muba, OKI Timur, OKU dan Musi Rawas Utara.

Lalu yang realisasinya di bawah 80% seperti di Empat Lawang, OKI, Pali dan Muara Enim. Adapun  realisasi paling rendah ditemukan di Pagar Alam dan Banyuasin. Untuk Kota Palembang realisasinya pun tergolong rendah, hanya lebih dari 30%.

"Kalau sebelumnya program MR ini Agustus di sekolah-sekolah dan  September di faskes atau rumah sakit, kini baik di sekolah maupun
rumah sakit bisa mendapatkan vaksin MR. Sekolah-sekolah yang belum mendapatkan vaksin MR bisa diajukan untuk dilakukan vaksin MR," jelas Lesty.

Menurut dia, hal tersebut mengingat beberapa waktu lalu imuninasi sempat tertunda. Oleh karena itu, sekolah yang belum mendapatkan vaksin MR bisa diajukan ke faskes kesehatan terdekat agar layanan pemberian vaksin MR bisa diadakan di sekolah yang bersangkutan.

"Kami berharap kabupaten/kota yang realisasinya masih rendah agar lebih aktif menyosialisasikan program MR ini. Apalagi MUI juga sudah mengeluarkan fatwa bahwa pemberian vaksin MR diperbolehkan," tandas Lesty. (A-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya