Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

40 Waduk dan Rawa di Lamongan Mengering

Ahmad Yakub
25/9/2018 16:35
40 Waduk dan Rawa di Lamongan Mengering
(ANTARA)

SEBANYAK 40 waduk dan Rawa di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mengering akibat kemarau panjang.  Pada saat normal, debit air pada waduk dan rawa itu mencapai 118 juta meter kubik. Kini, debit air tinggal 3,6 juta meter kubik atau 3% normal.

Jumlah itu dari total 44 waduk dan rawayang ada di kabupaten setempat. Warga masyarakat juga dihimbau agar tidak mengambil air dalam jumlah besar pada tiga waduk yang masih memiliki debit air tersebut karena dikhawtirkan merusak struktur bendungan pada waduk.

Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Lamongan, Agus Hendrawan mengatakan debit air dan waduk di wilayah Lamongan terus menurun. Hal itu seiring kemarau panjang yang melanda kawasan setempat.

"Iya, jadi sekarang tinggal tiga waduk dan satu rawa yang masih memiliki debit air. Sisanya, 40 waduk dan rawa mengering," tutur Agus kepada Media Indonesia, Selasa (25/9) siang.

Menurut Agus, debit air pada puluhan waduk dan rawa di Lamongan terus mengalami penurunan secara signifikan. Pada Juni lalu debit air rawa dan waduk masih menyisakan sebanyak 34.168 juta m3 atau 29% normal, namun pada pertengahan September lalu tinggal 3%.

Agus menjelaskan, ketiga waduk yang masih menyisakan debit air sebanyak 3,6 juta m3 itu adalah Waduk Prijetan yang memiliki kapasitas tampung 7,3 juta m3 dan kini tinggal tersisa 224,8 ribu m3. Kemudian, Waduk Gondang yang memiliki kapasitas tampung sebanyak 23,7 juta m2 kini tinggal tersisa 1,5 juta m3, dan Waduk German masih ada sekitar 34.000 m3.

Adapun, Rawa Sekaran yang memiliki kapasitas tampung 7,3 juta m3 kini tersisa 25% atau 1,8 juta m3. Makin menyusutnya debit air pada waduk dan rawa di Lamongan menjadikan sisa debit air sudah tidak bisa dialirkan atau dikeluarkan. Bila dipaksakan bisa merusak struktur bangunan waduk.

Meski demikian, terang Agus, warga sekitar masih diperbolehkan mengambil air secara manual pada waduk-waduk yang memiliki debit air untuk keperluan setiap hari. Warga hanya diimbau tidak menguras habis debit waduk. "Kami minta warga memperhatikan itu," imbuhnya. (A-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya