Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Waduk Cacaban di Tegal Mengering

Supardji Rasban
24/9/2018 16:40
Waduk Cacaban di Tegal Mengering
(MI/Supardji Rasban )

MUSIM kemarau berkepanjangan mengakibatkan debit sumber mata air dan sejumlah sungai di banyak daerah menyusut. Tidak terkecuali debit air Waduk Cacaban di Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Saat ini, Waduk Cacaban hanya menyisakan debit air sekitar 9 juta meter kubik, menyusut jauh dari kondisi normal. "Normalnya debit air 49 juta meter kubik. Tapi sekarang menyusut drastis," ujar Koordinator Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana, Kuswandi, Senin (24/9).

Penurunan debit air Waduk Cacaban itu terjadi sejak sejak dua bulan lalu. Kemudian, penyusutan lebih parah terjadi pada pertengahan Agustus.

Menurut Kuswandi, selama musim kemarau, terjadi penurunan elevasi atau ketinggian muka air waduk sekitar tujuh sampai delapan sentimeter per hari. "Elevasi dari 7.750 sentimeter, sekarang 6.853 sentimeter," jelasnya.

Menurunannya debit air tersebut secara otomatis juga mengakibatkan areal pertanian, terutama di sekitar waduk, tidak bisa mendapat pasokan air. Akibatnya, banyak tanaman yang mengering.

"Bukan hanya tanaman padi tapi terutama tanaman palawija," jelas Kuswandi.

Kuswandi menyampaikan penyusutan debit air waduk Cacaban juga bedampak pada banyaknya sumber-sumber air lainnya ikut mengering. "Sumur warga di bebereapa desa juga banyak yang mengalami kekeringan," ucapnya. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya