Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PERMAISURI Raja Kesultanan Yogyakarta GKR (Gusti Kangjeng Ratu) Hemas kembali maju ke pemilihan legislatif untuk keanggotaan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2019 - 2024 atau untuk yang keempat kalinya.
"Mengapa saya mencalonkan kembali? Pertama undang undang tidak melarang, dan yang kedua, perjuangan saya di DPD dalam rangka mewujudkan lembaga DPD RI menjadi penyeimbang antara kekuatan yang ada, hingga saat ini belum selesai," kata GKR Hemas, Sabtu (22/9) sore.
Menurutnya, hingga saat ini sistem ketatanegaraan Indonesia masih belum sempurna dan persoalannya ada di UUD. Karena itu amendemen masih sangat diperlukan.
"Selama ini saya ada di dalamnya sebagai pengawal proses amandemen," tambahnya.
Di sela-sela pelantikan tim sukses GKR Hemas dan pemotongan tumpeng wiwitan di Keraton Kilen, kediaman resmi Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama keluarga, GKR Hemas mengemukakan lebih lanjut pekerjaan yang sudah sejak lama dikerjakan, jauh sebelum menjadi anggota DPD, yakni advokasi masyarakat pinggiran terbukti efektif untuk memberdayakan mereka saat menjadi anggota DPD.
"Dengan jabatan itu, Saya punya otoritas untuk membela kaum yang terpinggirkan, disabilitas, anak perempuan yang mengalami kekerasan komunitas atau kelompok masyarakat tertentu yang mengalami diskriminalisas dan sebagainya," katanya.
Di sisi lain, menurut GKR Hemas, rencananya untuk maju karena terkena efek bumerang.
"Saya selalu katakan, perempuan harus berani terjun ke dunia politik dan perjuangan perempuan di dunia politik masih panjang karena itu ibu-ibu harus maju ke pemilihan 2019. Ternyata ini menjadi bumerang bagi diri saya," katanya.
Dalam lima tahun ke depan, GKR Hemas menawarkan bersama-sama masyarakat mewujudkan generasi istimewa untuk Indonesia. Menurut Bu Ratu, generasi istimewa adalah generasi milenial namun bercirikan cerdas, pandai kreatif, inovatif global tetapi tetap tidak kehilangan karakter lokal.
"Jadi bukan hanya yang hanya doyan gadget atau smartphone yang melambung tinggi ke langit, lupa kalau masih menginjak bumi," katanya.
Dalam perspektif budaya Yogyakarta, katanya, generasi ini adalah generasi yang berkarakter sawiji, greget, sengguh lan ora mingkuh.
Sementara untuk program pembangunan fisik, lanjutnya, akan difokuskan akan mengawal program pembangunan fisik antara lain pembangunan bandara baru Yogyakarta (NYIA = New Yogyakarta International Airport), peningkatan kualitas jalan akses menuju kawasan wisata, dan lain sebagainya.
"Harapan saya, agar konstituen dan warga Daerah Istimewa Yogyakarta dapat memanfaatkan masa kampanye dengan baik, jangan melakukan kampanye negatif, jangan memanfaatkan media sosial untuk kampanye negatif, menyebarkan hoaks dan jangan menebar ujaran kebencian," katanya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved