Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
GUSTI Kangjeng Ratu (GKR) Hemas, permaisuri Raja Kesultanan Yogyakarta, kembali maju ke pemilihan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) melalui pemilihan legislatif 2019 mendatang.
Meski sebenarnya pada 2017 lalu, GKR Hemas telah menyatakan keinginannya untuk mengakhiri kedudukannya sebagai anggota Senat dari daerah pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Saya mendapat protes ketika menyampaikan keinginan saya untuk tidak maju lagi," kata Hemas di Keraton Kilen, kediaman resmi Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta keluarganya, Sabtu (22/9) sore.
Protes tersebut, menurut GKR Hemas dilontarkan oleh berbagai organisasi perempuan Indonesia.
"Karena saya selalu mendorong agar perempuan berani dan mau maju dalam kontestasi pemilihan legislatif," katanya.
GKR Hemas mengaku selain mendapat protes, juga selalu mendapat pernyataan dari masyarakat di Yogyakarta yang ingin mendapat 'dhawuh' untuk memenangkan dalam pemilihan DPD.
Protes-protes tersebut akhirnya ditanggapi untuk kembali dengan memohon izin kepada suaminya, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
"Lha iya to, tetap harus mendapat izin dari Ngarsa Dalem," katanya.
Karena itu, lanjut GKR Hemas, ia kemudian meminta izin kepada suaminya.
"Bu Ratu, apakah saat minta izin ke Ngarsa Dalem juga menyebut Ngarsa Dalem dengan kata-kata sayang?" tanya salah satu wartawan.
Menghadapi pertanyaan ini, GKR Hemas mengaku menyampaikan dengan kalimat yang biasa-biasa saja.
"Ora wani nganggo sayang-sayangan. Teneh kuwalat," ungkap GKR Hemas yang berarti tidak berani menggunakan kata-kata sayang, khawatir kalau kuwalat yang kemudian disambut tawa.
Saat memberikan izin itu, Sri Sultan Hamengku Buwono X berpesan, kalau saat ini GKR Hemas sudah tidak muda lagi, sehingga harus lebih bijak dan lebih memahami kondisi.
Dengan izin dari suaminya itu, kemudian GKR Hemas mendaftar untuk maju kembali menjadi anggota DPD.
Mengenai target perolehan suara. GKR Hemas hanya berkeinginan sedikit di atas perolehan suara pada pemilu tahun 2014 lalu yang mencapai kisaran 60% suara.
Mengawali masa kampanye ini, Sabtu (22/9) sore di Keraton Kilen diselenggarakan penyematan pin tim kampanye GKR Hemas dan pemotongan 'tumpeng wiwitan' yang merupakan tumpeng khusus untuk memulai suatu kegiatan atau perhelatan. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved