Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Hutan Blok Seureuh Jawa, Gunung Guntur Garut Kembali Terbakar

Kristiadi
20/9/2018 13:45
Hutan Blok Seureuh Jawa, Gunung Guntur Garut Kembali Terbakar
(MI/Kristiadi)

BALAI Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kamojang Gunung Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat berupaya melakukan pemadaman lahan hutan lindung berada di Blok Seureuh Jawa, Kecamatan Tarogong Kaler yang telah kembali terbakar. 

Kebakaran tersebut terjadi karena adanya aktivitas masyarakat di lokasi melakukan penambangan galian C secara liar, dan menyebabkan lahan tersebut kembali terbakar.

"Kebakaran yang terjadi di Kabupaten Garut selama ini dilakukan oleh adanya faktor kelalaian masyarakat berada di lokasi sedang melakukan aktivitas sebagai penambangan galian C. Penambahan personel selama ini sudah dilakukan, namun masyarakat di kawasan hutan tersebut diduga melakukan pembakaran pada malam hari," kata Kepala Resort Wilayah V Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kamojang Gunung Guntur, Garut, Cecep Hidayat, Kamis (20/9).

Cecep mengatakan kebakaran hutan di Kawasan Blok Seureuh Jawa, Tarogong Kaler, Gunung Guntur selama musim kemarau panjang ini sering kali terjadi akibat adanya faktor yang disebabkan dari kelaaian masyarakat sekitar lokasi. Mereka selama masih melakukan aktovtas penambangan galian C secara liar.

"Kami telah meminta kepada warga yang berada di kawasan hutan lindung Kamojang Gunung Guntur terutama yang masih tetap melakukan aktivitas penambangan galian C supaya tidak melakukan aksi membakar di lokasi tersebut. Kawasan hutan yang terbakar mulai dari alang-alang, rumput, semak belukar, pohon pinus, dan kaso kaliandra," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Dadi Zakarya, membenarkan kawasan hutan Gunung Guntur sejak malam telah mengalami kebakaran. Sejumlah petugas dari Damkar dibantu beberapa personel selama itu telah berupaya melakukan pemadaman dengan alat manual yang dibawanya. Kekeringan yang terjadi di Kabupaten Garut selama ini semakin meluas, tersebar di 42 Kecamatan berada di 442 Desa dan Kelurahan.

"Untuk pasokan air bersih bagi warga di Kabupaten Garut selama ini masih dilakukan secara bertahap, karena saat ini kekeringan akan terus berlanjut meski kondisi hujan dipastikan terjadi pada bulan Oktober. Dejumlah daerah saat ini telah mengalami krisis air bersih karena sumur dan sumber mata air mengalami penyusutan. Akan tetapi BPBD bekerja sama dengan PDAM akan tetap mendistribusikan air bersih agar mereka bisa dimanfaatkannya," paparnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya