Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
CAPAIAN imunisasi campak dan rubella (meales-rubella/MR) di Provinsi Bangka Belitung (Babel) masih jauh target nasional yang sebesar 95%. Hingga akhir September, jumlah anak yang telah mendapat imunisasi baru sekitar 27,7%.
Jika target 95% tersebut tidak tercapai, Babel berpotensi mengalami kejadian luar biasa (KLB) penyebaran rubella. Hal itu lantaran banyak anak yang tidak mendapatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit tersebut.
Dalam menanggapi ancaman itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bangka Belitung (Babel) Zayadi mengatakan MUI siap membantu Pemerintah Provinsi Bangka Belitung untuk melakukan sosialisasi kampanye imunisasi MR.
"Ini tidak bisa kita biarkan, kita dari MUI siap membantu mengkampanyekan dan sosialisasikan imunisasi rubella agar orang tua mengizinkan anak-anaknya diimunisasi," kata Zayadi seusai acara coffee morning bersama Wakapolda Babel Kombes Joko Erwanto, di markas Polda Babel, Jum'at (14/9).
Menurut Zayadi, bila kondisi seperti sekarang dibiarkan, akan sangat berbahaya dan mengancam jiwa warga. Kendati demikian, lanjutnya,MUI tetap mengharapkan pemerintah pusat terus berupaya menciptakan atau mendapatkan vaksin yang jelas halal.
"Ketika sudah suci dan halal kita tidak berpolemik lagi, vaksin MR ini kita perbolehan (mubah) mengacu keputusan komisi fatwa MUI pusat, kendati hasil pemeriksaannya ada unsur nonhalal," tuturnya.
Sebelumnya Kepala Dinkes Babel Mulyono Susanto mengatakan ada 370 anak yang menjadi sasaran imunisasi MR se-Provinsi Babel, namun saat ini capaiannya baru 27,7%. "Untuk mengejar kurangnya cakupan imunisasi MR kita ini, kita melibatkan MUI, ustaz dan ustazah," kata Mulyono. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved