Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
TIGA kabupaten di Sumatra Barat menyatakan tidak ikut serta menjadi tuan rumah untuk rute dalam event tahunan Tour de Singkarak (TdS) 2018. Ketiga kabupaten tersebut adalah Pasaman Barat, Padang Pariaman dan Solok Selatan (Solsel).
Wakil Gubernur Sumatra Barat beserta pimpinan DPRD Sumatra Barat pun kecewa berat. Pasalnya, rute event intenasional tersebut tiap tahunnya melalui nyaris semua daerah Sumbar daratan. Pengecualian hanya Kepulauan Mentawai.
"Kami amat menyayangkan Kabupaten Solok Selatan tidak ikut serta karena tahun ini ada berkaitan dengan agenda pembangunan jalan Solok Selatan-Sungai Penuh-Jambi dalam pengembangan kegiatan TdS nantinya di Sumatra. Namun karena Solok Selatan tidak ikut, kita mungkin hanya akan bahas jalan Tapan Sungai Penuh Jambi," papar Wakil Gubernur Nasrul Abit, pada saat Rapat Koordinasi Teknis TdS 2018, di Padang, Kamis (13/9).
Menurut Nasrul, TdS adalah harga diri masyarakat Sumatra Barat dalam kegiatan promosi daerah di dunia internasional . Tahun ini, TdS memasuki tahun ke sepuluh penyelenggaraan.
"TdS merupakan event internasional yang mampu membawa Sumatra Barat diketahui banyak orang di seluruh dunia. Kepercayaan yang telah
diberikan oleh Kementerian Pariwisata RI dalam memajukan pariwisata Indonesia khususnya Sumatra Barat, yang dari tahun ke tahun mampu mendongkrak kunjungan wisata ke Sumatra Barat," paparnya.
Nasrul berharap, TdS 2019 wajib diikuti semua kabupaten dan kota yang ada, kecuali Kabuaten Mentawai.
Hadir dalam kesempatan itu Wakil Ketua DPRD, Arkadius Dt Intan Bano, Kadis Pariwsata Oni Yulfian, Direktur Pemasaran Kementrian Pariwisata RI Floria Pardusi, Forkopimda, utusan Kabupaten/kota se Sumatra Barat serta pihak-pihak terkait lainnya.
Wakil Ketua DPRD Arkadius Dt Intan bano dalam kesempatan itu mengungkapkan betapa sulitnya membangun event Tour de Singkarak.
"TdS adalah ajang internasional yang bisa bermanfaat untuk promo potensi daerah. Tidak mudah bagi Sumbar untuk mendapatkan kepercayaan pusat untuk menghelat kegiatan, butuh lobi yang panjang. Oleh karena itu kesempatan ini harus dimanfaatkan," tandasnya.
Ia mempertanyakan adanya kabupaten yang tidak ikut. Tim penyelenggara dimintanya untuk menjajaki persoalan ketiga daerah hingga membuat mereka mundur dari Tour de Singkarak.
Arkadius bila persoalan itu berkaitan dengan beban biaya yang harus ditanggung daerah, hal itu tidak seharusnya dikhawatirkan. Pasalnya, jika dipersiapkan dengan baik, Tour de Singkarak akan mendatangkan pemasukan yang lebih besar ketimbang kucuran dana yang dikeluarkan untuk persiapan.
Ia menekankan kebersamaan kabupaten/kota dalam penyelenggaraan Tour de Singkarak merupakan kebanggaan masyarakat Sumatra Barat. Menurutnya, daerah-daerah yang batal ikut serta otomatis kehilangan kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah kepada mancanegara.
TdS, lanjut Arkadius, memberikan tiga keuntungan untuk daerah. Pertama, dengan diselenggarakannya TdS akan ada peningkatkan kualitas jalan. Kedua, bisa dipakai sebagai ajang sosialisasi destinasi wisata, dan yang ketiga, sebagai tempat mempromosikan produk unggulan daerah.
Arkadius berharap mundurnya tiga daerah sebagai tuan rumah tidak terulang tahun depan. "Kita minta pada Dinas Pariwisata untuk menjalin komunikasi dengan kabupaten/kota bagaimana hal ini tidak terulang di tahun depan," cetusnya.
Selain akan membawa manfaat untuk kabupaten/kota di Sumbar, kegiatan tersebut ia nilai juga akan membawa dampak yang sangat positif untuk kawasan Danau Singkarak sebagai ikon kegiatan ini. Singkarak, sebut dia, akan mendunia sebagai salah satu danau terindah di dunia. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved