Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Perumdam Tirta Mukti Cianjur masih Terus Salurkan Bantuan Air Bersih

Benny Bastiandy
13/9/2018 13:45
Perumdam Tirta Mukti Cianjur masih Terus Salurkan Bantuan Air Bersih
(MI/Benny Bastiandy)

PERUMDAM Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terus menyalurkan bantuan air bersih bagi warga yang mengalami krisis bersamaan kemarau sekarang. Penyaluran bantuan tersebut berdasarkan permintaan dari masyarakat melalui aparatur pemerintahan setempat.

"Hingga saat ini kami masih menyalurkan bantuan air bersih bagi warga pelanggan dan non-pelanggan. Hari ini (kemarin) bantuan air bersih disalurkan untuk masyarakat di sekitar Universitas Suryakencana. Kemarin kami salurkan juga bantuan air bersih di Desa Mentengsari Kecamatan Cikalongkulon," kata Dirut Perumdam Tirta Mukti, Budi Karyawan, kepada Media Indonesia, Kamis (13/9).

Penyaluran air bersih diprioritaskan kepada pelanggan yang tak mendapatkan pasokan air di atas 24 jam. Jika masih mendapatkan pasokan air di bawah 24 jam, Budi menyarankan agar pelanggan menampung di dalam toren atau bak cadangan.

"Jadi saat pasokan kurang, mereka sudah memiliki cadangan," tegasnya.

Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur sudah menyiapkan armada tangki untuk membantu penyaluran air bersih bagi warga yang mengalami krisis. Termasuk kepada warga non-pelanggan, Perumdam Tirta Mukti tetap membantu memasok air bersih.

"Kita koordinasi dengan BPBD. Sejauh ini sudah banyak warga non-pelanggan yang kami bantu, seperti di Kecamatan Cibeber dan Bojongopicung," jelasnya.

Laporan krisis air di sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur sudah terjadi hampir dua bulan terakhir. Budi belum bisa memprediksi sampai kapan dampak musim kemarau ini akan terjadi.

"Kami mohon maaf jika tiba-tiba terjadi pengurangan pasokan air bersih. Kondisi kekeringan sekarang harus dibarengi dengan pengaturan agar semua pelanggan tak kekurangan air bersih," ucapnya.

Sejumlah sumber air yang digunakan Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur sudah mulai mengering, utamanya di wilayah selatan. Sumber air itu memanfaatkan aliran sungai dan situ (danau).

"Sumber air kami di sejumlah tempat sudah tak bisa diolah lagi karena
debitnya menyusut drastis," kata Budi.

Seperti pasokan air bagi pelanggan di Kecamatan Kadupandak. Sungai Cibuni yang airnya diolah untuk konsumsi masyarakat sudah mulai kering. Solusinya, Perumdam Tirta Mukti menggunakan pompa air untuk menyedotnya.

"In take sudah berada di bawah permukaan air normal. Di Kecamatan Tanggeung juga sama, danau yang kami gunakan sebagai sumber air sudah mengering. Sekarang sudah kami pindahkan titik pengambilan airnya. Sementara di Kecamatan Sukanagara dan Sindangbarang sejauh ini masih aman," tuturnya.

Sementara bagi para pelanggan di wilayah perkotaan dan sekitarnya, kata Budi, sumber mata air yang mengandalkan di Desa Cirumput Kecamatan Cugenang, masih cukup aman. Namun, tetap saja semuanya harus diantisipasi karena pemakaian air dari para pelanggan jadi melonjak drastis.

"Kalau yang sumbernya dari mata air, sejauh ini masih aman-aman saja. Mata air di Cirumput debitnya selalu stabil, tidak mengenal hujan atau kemarau. Hanya yang kami waspadai itu tingkat pemakaian dari pelanggan dipastikan akan tinggi. Kami mulai aturan pasokannya agar selama kemarau ini tidak ada pelanggan yang kesulitan," tandasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya