Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, belum mencabut status siaga darurat kekeringan hingga 31 Oktober mendatang.
Hal itu menjadi penegasan jika kondisi cuaca sekarang masih berfluktuasi meskipun hujan kerap mengguyur sejumlah wilayah Cianjur dalam intensitas ringan hingga sedang.
"Pemberlakukan status siaga darurat kekeringan dimulai 1 Juli dan berakhir 31 Oktober nanti," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno, Selasa (11/9).
Hingga saat ini berdasarkan laporan BPBD, kekeringan sebagai dampak musim kemarau terjadi di 100 desa di 10 kecamatan. Mayoritas masyarakat di sana mengalami krisis air bersih. Sebagian lagi dampaknya ke lahan pertanian.
"Kekeringan itu meliputi kekurangan pasokan air bagi lahan pertanian dan krisis air bersih," tambah Sugeng.
Sebetulnya, kata Sugeng, wilayah yang mengalami kekeringan masih memiliki sumber air bagi pengairan lahan sawah. Sebab, di wilayah tersebut rata-rata terdapat aliran sungai yang menyimpan air meskipun debitnya menurun.
"Tapi tak didukung sarana dan prasarana memadai, sehingga sumber air itu tak bisa digunakan optimal," ujarnya.
Padahal, sebut dia, jika sarana dan prasarana dioptimalkan, air bersih bisa mencukupi kebutuhan konsumi hingga pengairan sawah. Sarana dan prasarana itu meliputi pompa air, pipa, maupun selang.
"Masyarakat masih saja tetap mengalami kekurangan air," tandasnya.
Sebelumnya, Kapolres Cianjur AKB Soliyah, mengatakan jajaran Polres Cianjur ikut membantu menyalurkan air bersih bagi masyarakat. Bantuan air bersih disalurkan bagi masyarakat di 10 desa yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Penyaluran air bersih bekerja sama dengan Perumdam Tirta Mukti. Bantuan akan disalurkan bagi masyarakat yang melaporkan terjadi krisis air bersih.
"Bantuan kami khusus untuk warga yang kekurangan air bersih," kata Soliyah.
Biasanya laporan terjadinya krisis air bersih sebagai dampak kekeringan saat kemarau melalui petugas Bhabinkamtibmas atau melalui polsek setempat.
Sejauh ini jajarannya di tingkat polsek maupun di tingkat desa cukup aktif melaporkan seandainya ada wilayah yang mengalami krisis air bersih.
"Ini salah satu bentuk kepedulian kami kepada masyarakat," tegasnya.
Soliyah mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan selama terjadi kemarau panjang. Biasanya, di saat itu potensi kerentanan penyakit cukup tinggi.
"Perlu dibarengi dengan menjaga kesehatan lingkungan. Jangan sampai terjadi kekurangan air bersih ditambah dengan penyakit," ucapnya.
Wilayah yang mengalami kekeringan di Kabupaten Cianjur tersebar di sejumlah titik. Termasuk sejumlah wilayah di Cianjur selatan. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved