Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKERINGAN yang terus melanda wilayah Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), beberapa bulan terakhir, menyebabkan mengeringnya sejumlah sumur milik warga. Kekeringan meluas hampir di seluruh wilayah tersebut mengakibatkan warga kesulitan memperoleh air bersih.
Kekeringan terpantau meluas hampir di seluruh wilayah Lembata, yakni di Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur, Nubatukan, Omesuri, Butasuri, Atadei, Nagawutun dan Wulandoni. Selain berdampak kekurangan air bersih, kekeringan juga menyebabkan kebakaran lahan dan kebun.
Mus Panda, warga kota Lewoleba, kepada Media Indonesia,Senin (3/9), menjelaskan sumur miliknya sudah mengering. Padahal, sumur miliknya itu digunakan juga untuk menanam sayuran di halaman rumahnya.
"Sumur saya sudah kering sejak sebulan lalu. Sayuran yang kami tanam pun sudah layu. Sayuran yang kami tanam mati semua, mau harap air ledeng pun debitnya terbatas," ujar Mus Panda.
Disebutkan, sumur di sekitarnya mengalami nasib serupa. Untuk bertahan hidup, sejumlah warga terpaksa membeli air dari tetangga.
"Kami terpaksa jual beli air sebab debit air ledeng yang kurang, memaksa kami untuk saling jual beli, " ujar Agustinus, warga Kota Lewoleba.
Walaupun kondisi kekeringan di Lembata, NTT telah menyebkan sebagian besar wilayah itu kekurangan air bersih, namun Pemerintah setempat tidak menyalurkan bantuan air bersih kepada warganya. Untuk mengatasi kekurangan air bersih, warga yang mengalami kekeringan terpaksa membeli air bersih dengan harga mahal.
"Biasanya setiap tahun kami mendapat anggaran dari BNPB pusat, tetapi tahun ini kami tidak mendapat anggaran untuk mengatasi kekeringan," ujar Kepala BPBD Kabupaten Lembata, Tomas Tipdes.
Terkait dampak kekeringan yang terus meluas, Kepala BPBD Lembata itu mengaku pihaknya baru mulai mendata Desa dan kecamatan yang terdampak kekeringan.
"Sejak Bulan Juni lalu, BNPB melalui BMKG telah menetapkan status kekeringan di seluruh wilayah di NTT. Namun sampai saat ini kami masih mengumpulkan data lapangan. Kita berharap Pemerintah Pusat dapat membantu rakyat kita yang mengalami krisis air bersih ini. Pantauan kami, kekeringan memang meluas dan terjadi hampir di seluruh Lembata," ujar Tomas Tipdes.
Tipdes mengaku anggaran APBD II yang pas-pasan tidak dapat dikucurkan untuk membantu warga yang mengalami krisis air bersih.
Sementara itu, sejumlah kalangan di Lembata menilai pemerintah Kabupaten Lembata terlalu berani mengelontorkan anggaran APBD II hingga puluhan miliar untuk Kegiatan Festival Tiga Gunung. Padahal ketiga calon destinasi Wisata di Lembata itu belum pernah tersentuh baik pembangunan infrastruktur penunjang maupun aspek destinasi itu sendiri. Akibatnya, aspek lain pembangunan terabaikan. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved