Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Krisis Air Bersih di Tuban Meningkat hingga 8 Kecamatan

M Yakub
30/8/2018 14:15
Krisis Air Bersih di Tuban Meningkat hingga 8 Kecamatan
(MI/M Yakub)

KRISIS air bersih yang melanda di Kabupaten Tuban, Jawa Timur (Jatim), makin meluas. Jika sebelumnya baru terjadi di 7 kecamatan, kini meningkat pada 28 desa yang tersebar di 8 kecamatan. Pemkab juga terus melakukan pengiriman air bersih pada desa-desa terdampak.

"Iya Mas, kita terus melakukan droping air pada desa terdampak kekeringan," terang Kepala Pelaksana Kantor BPBD Pemkab Tuban, Joko Ludiyono kepada Media Indonesia, Kamis (30/8) pagi.

Ia mengakui, kawasan yang terdampak kekeringan makin meluas hingga 28 desa dari 8 kecamatan. Antara lain, Parengan, Senori, Kerek, Semanding, Merakurak, Grabagan, dan Palang. Hingga saat ini, lanjut dia, BPBD masih melakukan pengiriman air bersih pada desa-desa tersebut.

Bahkan, tahapan pengiriman ini sudah memasuki tahap ke empat. 

"Ini sudah gelombang yang ke empat dropingnya," tambahnya.

Dikatakannya, pada akhir bulan lalu kawasan yang terdampak kekeringan baru 26 desa yang tersebar di 7 kecamatan. Pemkab juga, kata dia, telah menganggarkan dana senilai Rp175 juta untuk mengatasi krisis air bersih tersebut.

Dana itu, untuk keperluan opersional mobil tangki yang mengirimkan air bersih pada warga terdampak. Termasuk, untuk pengadaan plastik terpal yang akan dibagikan pada warga yang membutuhkan. Terpal plastik itu, gunanya untuk kolam penampungan air bersih yang dikirimkan BPBD. 

Meski demikian, BPBD juga akan terus melakukan droping air bersih pada warga yang terdampak. 

"Kami akan terus mendroping air, selama ada permintaan dari warga," pungkasnya.

Di Tuban, krisis air bersih berpotensi terjadi 36 desa di 9 kecamatan di kabupaten setempat. Ke -9 kecamatan itu meliputi Kecamatan Rengel, Grabagan, Soko, Parengan, Bangilan, Senori, Kerek, Montong, Semanding, dan Jatirogo. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya