Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PT PLN (Persero) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau menggenjot pembangunan infrastruktur kelistrikan dengan meningkatkan rasio elektrifikasi (RE) desa berlistrik di Provinsi Riau hingga mencapai 91,39%.
Terbaru, pada Agustus 2018 PLN telah membangun infrastruktur listrik sebanyak 1.699 desa dari total sebanyak 1.859 desa yang ada di Provinsi Riau.
Saat ini, ada tambahan lagi sebanyak 17 desa yang tersebar di 5 kabupaten se-Provinsi Riau telah dapat menikmati listrik PLN. Sebanyak 11 desa berada di Kabupaten Indragiri Hilir, 3 desa di Kabupaten Rokan Hulu, sisanya 1 desa di Kabupaten Siak Sri Indrapura, Kampar, dan Kepulauan Meranti.
"Tambahan listrik di 17 desa ini sebagai hadiah dari PLN untuk masyarakat Riau. Dengan bertambahnya desa berlistrik ini juga meningkatkan rasio elektrifikasi Provinsi Riau," ungkap General Manager PLN Wilayah Riau Dan Kepulauan Riau (WRKR) M Irwansyah Putra, di Pekanbaru, Selasa (28/8).
Irwansyah menjelaskan hingga Juli 2018 rasio elektrifikasi di Riau sudah mencapai 87,28%. Adapun rasio yang sudah mencapai 100% yaitu di Kota Pekanbaru, Dumai dan Kabupaten Kampar.
Rasio elektrifikasi yang masih di bawah 60% adalah Kabupaten Pelalawan yang tercatat 59,59% dan Indragiri Hilir 54,8%. Irwansyah optimistis dengan kerja sama yang solid antara PLN dengan pemerintah daerah, rasio elektrifikasi bisa meningkat di akhir tahun ini dan tahun yang akan datang.
Irwansyah mengakui banyak tantangan yang dihadapi PLN dalam upayanya melistriki desa-desa di Riau. Medan wilayah perdesaan Riau tidak mudah untuk dilewati. Kerap kali harus menelusuri sungai-sungai yang dangkal dan melewati jalan-jalan setapak.
Tidak jarang tiang, kabel, dan material listrik lainnya digotong, diangkat, dan dibawa oleh petugas PLN dan warga desa tanpa menggunakan mesin. Hal ini dilakukan agar warga dapat menikmati listrik.
"Hal ini dikarenakan akses jalan untuk dilewati kendaraan pengangkut material distribusi utama tidak memadai," jelas Irwansyah.
Irwansyah juga mengungkapkan pengoperasian infrastruktur listrik desa dapat mendorong laju pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan taraf hidup warga. PLN pun mengajak seluruh warga untuk bisa memanfaatkan listrik secara optimal guna meringankan pekerjaan yang selama ini dilakukan secara manual.
"Memasak nasi sekarang bisa mengunakan rice cooker, menjahit yang tadinya masih belum mengunakan mesin jahit listrik, belajar dan mengaji yang tadinya masih mengunakan lampu dari petromaks, mulai sekarang dapat memanfaatkan energi listrik yang ada di desa dan di setiap rumah untuk meringankan pekerjaan ada selama ini," tutur Irwansyah.
Dalam mewujudkan infrastruktur listrik pada 17 desa di Riau, PLN mengelontorkan dana sebesar Rp44 miliar. Dari nilai investasi tersebut,
didapatkan panjang jaringan tegangan menengah 101,82 kms, jaringan tegangan rendah 65,35 kms, dan gardu distribusi 26 unit dengan total daya 2,35 mVA.(A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved