Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Atasi Kabut Asap Dinkes Kalsel Siapkan 80 Ribu Masker

Denny S
28/8/2018 18:40
Atasi Kabut Asap Dinkes Kalsel Siapkan 80 Ribu Masker
(ANTARA)

DINAS Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan menyiapkan sedikitnya 80 ribu masker untuk dibagikan kepada warga. Hal itu menyusul mulai terjadinya serangan kabut asap di wilayah tersebut.

Helikopter bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai beroperasi melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lewat udara.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Muslim, Selasa (28/8), mengatakan kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah meski tingkat kepekatannya belum berbahaya. "Untuk mengatasi bencana kabut asap kami sudah siapkan 80 ribu masker untuk dibagikan, terutama di daerah rawan kabut asap," ujarnya.

Dikatakan Muslim distribusi masker akan menyesuaikan kondisi di lapangan ataupun adanya pemintaan masyarakat. Kalsel termasuk daerah rawan bencana kabut asap akibat karhutla, khususnya lahan gambut di sekitar bandara Syamsuddin Noor. Kendati, pascabencana kebakaran hebat pada 2015 lalu serangan kabut asap di Kalsel jauh berkurang.

Sejak beberapa waktu terakhir wilayah-wilayah seperti Kota Banjarbaru, sebagian Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Barito Kuala diselimuti asap. Ketebalan kabut asap membuat jarak pandang hanya beberapa ratus meter saat pagi hari, dengan bau asap menyengat.

Kabut asap juga sempat mengganggu jarak pandang penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru. Kebakaran hutan dan lahan di Kalsel terus berlangsung meski hujan kadang-kadang masih turun.

Sejak Senin (27/8) helikopter water bombing bantuan BNPB mulai beroperasi untuk membantu penanganan karhutla di Kalsel. Helikopter seri M18EY222 ini dipiloti Vasko Oleksander asal Rusia.

Pemadaman sementara dipusatkan di areal lahan gambut sekitar bandara. Setiap harinya helikopter berkapasitas 5 ton air ini melakukan pemadaman lewat udara hingga 40 kali.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Wahyudin Ujud, mengatakan saat ini Kalsel memasuki puncak kamarau sehingga lahan dan hutan sangat mudah terbakar.

"Kebakaran hutan dan lahan terus berlangsung, karena kita memasuki puncak kemarau. Selain karena kondisi lahan yang mudah terbakar, beberapa peristiwa kebakaran disebabkan faktor kesengajaan," tutur Wahyudin.

Ia mengingatkan warga agartidak melakukan pembakaran lahan karena akan ada sanksi berat menanti pelaku. Pihaknya bersama instansi terkait juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat termasuk warga adat dan korporasi untuk tidak membakar lahan.

Berdasarkan data BPBD Kalsel jumlah titik api yang muncul sepanjang kemarau Mei - Agustus 2018 sebanyak 230 titik. Luas areal hutan
dan lahan yang terbakar mencapai luas 1.400 hektare.

Wilayah-wilayah terparah mengalami kebakaran hutan dan lahan meliputi Kabupaten Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Tanah Laut serta Kota Banjarbaru atau areal sekitar bandara Syamsuddin Noor. (A-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya