Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KESULITAN aur bersih akibat terjadinya kekeringan di Jawa Tengah terus meluas. Pemerintah Provinsi Jateng telah menyalurkan air bersih di 506 desa di 149 kecamatan di 25 kabupaten/kota sebanyak 4.313 tangki air bersih.
Pemantauan Media Indonesia, Jumat (24/8), bantuan air bersih dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Daerah, PMI dan instansi swasta terus digelontorkan ke daerah terlanda kekeringan yang kian meluas. Kekeringan kini telah melanda di 25 kabupaten/kota dari sebelumnya baru 21 daerah.
Jika sebelumnya bantuan air bersih yang digelontorkan ke warga baru masih dibawah 3.000 tangki, jumlah bantuan air semakin meningkat tajam dalam sepekan terakhir hingga mencapai 4.313 tangki. Hal itu selaras dengan meningkatnya jumlah daerah terlanda kekeringan yang kini telah mencapai 506 desa di 149 kecamatan.
Melihat kondisi kekeringan yanf kian meluas, Partai Nasional Demokrat (NasDem) melalui Koordinator Wilayah Nasdem Jateng-DIY Lestari Moerdijat (Mbak Rerie) juga gelontorkan bantuan air bersih untuk warga di desa-desa terlanda kekeringan di Jepara.
Melihat kemarau yang diperkirakan masih akan memanjang, jumlah desa terlanda kekeringan diperkirakan juga akan terus keningkat.
"Potensi desa dilanda kekeringan cukup besar takni 1.136 desa dan 1,793 jiwa warga terancam kekeringan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Sarwa Pramana.
Saat ini daerah terparah dilanda kekeringan dan kesulitan air bersih, lanjut Sarwa, terjadi di Purbalingga dan Kebumen, jumlah bantuan air bersih yang disalurkan ke daerah itu 1.160 tangki. Namun di beberapa daerah bantuan air juga terus bertambah akibat semakin panjangnya kemarau.
Pada awalnya jumlah bqntuan air bersih yang telah disiapkan sebanyak 2.000 tangki, namun mengingat semakin meluas jumlah desa terlanda kekeringan hingga saat ini telah jumlah vantuan air yang tersalur naik 100% lebih dari perkiraan awal. Bahkan jika kemarau semakin panjang tidak menutup bantuan air bersih yang harus disalurkan kemungkinan akan meningkat hingga 200%.
Kekeringan ini, ujar Sarwa, tidak hanya berakibat kekurangan air bersih, tetapi juga mengancam warga pada dampak lainnya yakni kebakaran lahan yang setiap saat terjadi. Seperti di Kota Semarang saja sudah beberapa kali terjadi kebakaran lahan kosong karena rumput dan tanaman liar yang kering.
"Begitu orang buang puntung rokok saja langsung dapat membakar lahan," imbuhnya.
Mengantisipasi kebakatan hutan, demikian Sarwa, di beberapa daerah seperti Blora, Jepara, Kendal, Batang dan beberapa daerah lain yang masih memiliki hutan terus dilakukan patroli baik oleh aparat jepolisian, TNI, Polhut hingga pemerintah daerah dengan melibatkan warga sekitar hutan. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved