Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Kekeringan, 1,7 Juta Warga Jateng Kekurangan Air Bersih

Akhmad Safuan
15/8/2018 13:20
Kekeringan, 1,7 Juta Warga Jateng Kekurangan Air Bersih
(ANTARA/Aditya Pradana Putra)

DAMPAK Kekeringan di Jawa Tengah sebanyak 559.986 keluarga atau 1,7 juta jiwa di 1.163 desa di 253 kecamatan alami kekurangan air bersih. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, PMI Jateng, Pemda setempat dan swasta terus berikan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga yang dilanda kekeringan.

Pemantauan Media Indonesia, Rabu (15/8), kekeringan yang melanda 21 kabupaten dan kota di Jawa Tengah terus meluas. Kekurangan air bersih menjadi menu sehari-hari. Antrean panjang warga mendapat 2-4 ember air bersih menjadi pemandangan setiap hari di desa-desa saat mobil tangki bantuan air bersih datang.

Tidak hanya itu, warga di beberapa desa yang belum terjangkau banntuan air bersih terpaksa mencari sumber air bersih yang cukup jaih dari rumahnya dengan menaiki atau menuruni perbukitan. Sebagian warga  lainnya terpaksa membeli dari pedagang air keliling Rp4.000-Rp5.000 per jeriken ukuran 20 liter.

Di Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang kekeringan mengakibatkan 7.000 jiwa saat ini kekurangan air bersih. Bahkan warga harus mencari air hingga harus menempuh perjalanan Sepanjang 4 kilometer ke Kabupaten Purbalingga.

“Warga kami yang kurang mampu terpaksa memikul air hingga 4 kiloneter. Tapi bagi yang mampu air bersih secara patungan Rp200 ribu per tangki,” kata Kepala Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Pemalang Sutrisno.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan kekeringan yang terjadi saat ini hampir sama dengan tahun lalu. Bantuan air terus diberikan dengan menyediakan 2.000 tangki air bersih, sehingga diharapkan desa yang menfalami kekeringan segera melaporkan hingga bantuan air bersih dapat segera dikirimkan.

“Sementara ini terdapat 1,7 juta jiwa yang mengalami kekurangan air bersih, sudah kira cover dengan menyalurkan bantuan setiap harinya,” kata Ganjar Pranowo.

Membantu warga kekurangan air bersih, demikian Ganjar, Pemrov Jateng telah menfangfarkan Rp40 miliar untuk bantuan kebencanaan, bahkan kucuran air bersih juga datang dari berbagai instansi seperti PMI, TNI dan Polri, pemda setempat dan swasta. Untuk itu laporan warga sangat diperlukan untuk penyaluran bantuan tersebut. 

“Laporan tidak harus formal, cukup menggunakan medsos langsung kita tanggapi,” imbuhnya.

Selain bantuan air bersih, ujar Ganjar, meskipun juga kondisinya saat ini mengalami penyusutan volumenya, 41 bendungan yang ada di Jawa Tengah masih cukup tersedia dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian dan air baku. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya