Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

10 Daerah di Jateng Alami Kekeringan Ekstrem

Akhmad Safuan
14/8/2018 14:10
10 Daerah di Jateng Alami Kekeringan Ekstrem
(ANTARA)

SEPULUH dari 21 kabupaten dan kota di Jawa Tengah yang mengalami kekeringan saat ini menghadapi kekeringan ekstrem. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengharapkan adanya teknologi baru yakni mengubah angin menjadi air untuk mengatasi kekeringan yang melanda.

Pemantauan Media Indonesia di pantura, Selasa (14/8), kekeringan yang melanda Jawa Tengah semakin parah. Selain mengakibatkan terganggunya sistem pertanian akibat menyusut dan mengeringnya bendungan, sungai, saluran irigasi, hingga sumur warga, kekeringan ini juga menjadikan jutaan warga di Jateng kesuliran air bersih.

Bantuan aur bersih untuk warga vaik dari pemerintah Provinsi Jateng, pemerintah daerah, Palang Merah Indonesia (PMI) maupun pihak swasta terus diberikan kepada waega di wilayah yang mengalami kekeringan. 

"Jumlah daerah terlanda kekeringan dan kekurangan air bersih terus bertambah, kami terus turun tangan membantu jutaan warga tersebut," kata Ketua PMI Jawa Tengah Imam Triyanto.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kekeringan yang melanda Jawa Tengah semakin ekstrem. Tercatat 10 dari 21 daerah dilanda kekeringan mengalami kekeringan ekstrem yakni Wonogiri, Klaten, Tegal, Pati, Grobogan, Boyolali, Sragen, Purbalingga, Purworejo dan Pekalongan.

"Kekeringan terparag terjadi di Grobogan, Kebumen, Purworejo, Sragen dan Cilacap. Bantuan air bersih menggunakan ribuan unit mobil tangki terus disalurkan untuk mengurangi kesulitan warga," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng Sarwa Pramana.

Menghadapi bencana kekeringan ini Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengharapkan adanya upaya alternatif untuk mendaoatkan air yakni penerapan  teknologi pengubahan angin menjadi air.

"Teknologi ini sudah diterapkan di geberapa negara seperti Israel dan Afrika Selatan, bahkan air bersih yang dihasilkan bisa langsung diminum," kata Ganjar Pranowo.

Kenajuan teknologoli ini, demikian Ganjar, diharapkan sudah dapat dikembangkan di Jawa Tengah, sehingga ke depan kesulitan air bersih seperti sekarang ini tidak terjadi karena telah dapat memanfaatkan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan warga.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun ini, uharnya, meraih penghargaan Budhipura tahun 2018 dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi  (Kemenristekdikti) Republik Indonesia. Hal itu diharapkan akan dapat nemacu riset-riset lainnya yang ada di Jawa Tengah. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya