Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Kabupaten Sukabumi Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan

Benny Bastiandy
13/8/2018 14:20
Kabupaten Sukabumi Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan
(MI/Benny Bastiandy)

PEMERINTAH Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menetapkan status siaga darurat kekeringan. Status itu berlaku selama tiga bulan.

"Sudah, kami sudah menetapkan status siaga darurat kekeringan. Penetapannya diberlakukan mulai 6 Agustus hingga 31 Oktober," terang Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Maman Suherman, kepada Media Indonesia, Senin (13/8).

Di Kabupaten Sukabumi, kata Maman, hingga saat ini wilayah yang terdampak musim kemarau dilaporkan sebanyak 16 kecamatan. Krisis air bersih melanda disertai minimnya pasokan air untuk kebutuhan lahan persawahan.

Keenam belas wilayah terdampak kemarau itu yakni Kecamatan Gunungguruh, Cikakak, Cibadak, Palabuhanratu, Warungkiara, Bantargadung, Cikembar, Gegerbitung, Simpenan, Kabandungan, Waluran, Lengkong, Parungkuda, Ciambar, Jampangtengah, Jampangkulon, dan Caringin.

Di beberapa titik, BPBD sudah menyalurkan bantuan air bersih bagi warga yang mengalami kekeringan. "Sesuai tupoksi, wilayah kerja kami menangani krisis air bersih. Kami koordinasi dengan PDAM. Kalau untuk lahan pertanian, kami koordinasi dengan Dinas Pertanian," jelas Manam.

Distribusi air bersih menggunakan armada pengangkut air. Satu tangki
berkapasitas 5 ribu liter air bersih. "Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi masyarakat," tandas Maman.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman menambahkan, dari 16 kecamatan yang dilanda kekeringan, sebanyak 10 kecamatan membutuhkan pasokan air bersih. BPBD sudah menyalurkan bantuan tersebut dengan harapan bisa mengurangi kerawanan kebutuhan air bersih.

"Sebanyak 10 dari 16 kecamatan yang membutuhkan pasokan air bersih sudah kami bantu," kata Eka.

Eka mengaku sudah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang mengalami krisis air bersih di sejumlah wilayah. Pendistribusian masih terus berjalan seiring permintaan dari aparatur pemerintahan setempat.

"Bantuan air bersih masih terus berjalan sesuai dengan permintaan. Kami memiliki lima armada yang siap menyalurkan air bersih," terangnya.

Mayoritas wilayah tersebut merupakan langganan kekeringan setiap kali memasuki musim kemarau. Berdasarkan data tahun lalu, jumlah wilayah yang terdampak musim kemarau sebanyak 27 kecamatan.

Eka menyatakan rapat koordinasi membahas antisipasi dan penanggulangan kekeringan terus dilakukan BPBD setempat berkoordinasi secara lintas sektoral. (A-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya