Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebanyak 31 warga negara asing (WNA) asal Bangladesh yang ditahan di Rumah Tahanan Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru akan secepatnya dipulangkan atau dideportasi kembali ke negara asalnya.
31 WNA Bangladesh itu terdiri dari 30 laki-laki dan satu perempuan. Mereka pada mulanya diduga imigran ilegal, namun setelah pemeriksaan diketahui memiliki dokumen lengkap, termasuk paspor aktif masih berlaku.
"Kami sudah komunikasikan dengan kedutaan besar Bangladesh soal keberadaan warga negara mereka di sini. Kita harapkan deportasi dapat segera dilakukan," ungkap Kepala Rudenim Pekanbaru Junio Sigalingging, di Pekanbaru, Riau, Kamis (9/8).
Junio menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui sejumlah WNA Bangladesh mempunyai tiket kembali dari Jakarta ke Kuala Lumpur. Rombongan warga Bangladesh itu berangkat dari Dhaka ke Kuala lumpur kemudian ke Jakarta pada 20 Juli hingga 23 Juli lalu dengan tujuan bisnis dan wisata.
Mereka ditangkap di Dumai saat mencoba menyeberang ke Malaysia tanpa proses resmi melapor ke imigrasi setempat. "Kondisi mereka semua sehat," terang Junio.
Ke-31 warga Bangladesh ditangkap TNI Angkatan Laut dan sempat ditampung di Kantor Imigrasi Dumai hingga akhirnya ditahan di Rudenim Pekanbaru. Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Dumai, Kolonel Laut (E) Yose Aldino mereka diduga akan dikirim ke Malaysia secara ilegal melalui jalur laut.
Penangkapan awalnya dilakukan oleh unit intel yang menerima informasi dari masyarakat tentang rencana pengiriman WN Bangladesh dari Selinsing, Kota Dumai, menuju Malaysia. Menindaklanjuti informasi tersebut, dua unsur patroli yang terdiri dari Sea Rider 1 dan Sea Rider 2, melaksanakan penyekatan di perairan Selinsing antara Pulau Rupat dengan Pulau Bengkalis.
Kemudian tim darat yang terdiri dari personel Unit Intel Lanal Dumai melakukan pengintaian di sekitar hutan Silinsing jalan raya Dumai Pakning, Kecamatan Medang Kampai. Setelah diadakan patroli laut selama dua hari di sekitar perairan Silinsing antara Pulau Rupat dengan Pulau Bengkalis, tim Sea Rider 1 melihat sebuah speed boat melintas dengan kecepatan tinggi menuju daratan Selinsing.
Kedua tim langsung melakukan pengejaran, namun mereka berhasil kabur ke arah laut lepas. Pengintaian dilanjutkan oleh tim
darat dengan melakukan penyisiran ke hutan di Desa Selinsing. Tim menemukan puluhan WNA Bangladesh yang disembunyikan di hutan Selinsing, sekitar 100 meter dari bibir pantai.(A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved