Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Belasan Alat Deteksi Dini Gempa dan Tsunami di Cilacap Rusak

Liliek Dharmawan
06/8/2018 18:00
Belasan Alat Deteksi Dini Gempa dan Tsunami di Cilacap Rusak
(ANTARA)


SETIDAKNYA 17 alat deteksi dini atau early warning system (EWS) di  sepanjang pantai di Cilacap, Jawa Tengah, rusak. Hal itu karena korosi akibat terpaan angin yang membawa titik-titik air  laut dan dimakan usia.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD  Cilacap Tri Komara Sidhy mengatakan bahwa Cilacap memiliki 42 EWS yang tersebar di sepanjang pantai, mulai dari Kecamatan Cilacap Selatan,  Kesugihan, Adipala, Binangun, hingga Nusawungu.

"Setiap tanggal 10  dan 25 setiap bulannya, EWS dibunyikan sirinenya untuk mengecek alat  tersebut. Dari 42 alat, yang berfungsi sekitar 25 unit," jelas Tri, di Cilacap, Senin (6/8).

Menurut dia, kerusakan terjadi karena korosi akibat terpaan angin laut yang membawa titik-titik air asin. Apalagi, rata-rata peralatan itu
tidak jauh dari laut. Penempatannya di lokasi-lokasi strategis.

"Peralatan ini sangat penting bagi Cilacap karena wilayah setempat merupakan daerah rawan gempa dan tsunami," akunya.

Tri mengungkapkan peralatan tersebut sebagian merupakan bantuan dari Badan Nasional penanggulangan Bencana (BNPB), Pemprov Jateng, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Palang Merah Indonesia (PMI), dan sebagian merupakan pengadaan yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Cilacap.

"Kalau ada alat yang rusak bakal diganti. Hanya saja penggantiannya harus secara bertahap, sebab peralatan cukup mahal sementara anggaran terbatas," imbuh Tri. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya