Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Kodim 0723 Klaten Bantu Atasi Krisis Air di Lereng Merapi

Djoko Sardjono
06/8/2018 17:55
Kodim 0723 Klaten Bantu Atasi Krisis Air di Lereng Merapi
(MI/Djoko Sardjono)

WARGA lereng Gunung Merapi di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa  Tengah, tengah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih pada musim kemarau ini.

Bantuan air dari Pemkab Klaten melalui Badan Penanggulangan  Bencana Daerah (BPBD) setempat, belum bisa mencukupi kebutuhan warga  sehari-hari.

Dalam merespons kesulitan warga tersebut, Kodim 0723 Klaten tergerak dan langsung menyalurkan bantuan air bersih ke beberapa desa di kawasan lereng Gunung Merapi. Pada Senin (6/8), bantuan itu direalisasikan.

"Kami, hari ini, menyalurkan tujuh tangki ke Desa Kendalsari dan  Bumiharjo," kata Dandim 0723 Klaten Letkol (Inf) Eko Setyawan, kepada
pers di Desa Kendalsari, Klaten, Jawa Tengah, Senin (6/8).

Penyaluran bantuan air tersebut, menurut Dandim, adalah bantuan tahap pertama dari 20 tangki yang telah direncanakan  Kodim 0723 Klaten. "Untuk pengantaran air, kami terkendala truk tangki. Harus antre, sehingga  bantuan terpaksa disalurkan bertahap dan tahap pertama ini tujuh tangki," ungkap Eko.

Salah satu warga Desa Kendalsari, Suroto, menyambut gembira bantuan air bersih dari Kodim 0723 Klaten. Bantuan ini baru kali pertama diterima warga  dukuh tersebut.

"Senang sekali, Pak! Kalau tidak ada bantuan, warga harus membeli air. Harga air Rp170.000 per tangki. Kemarau ini, kami sudah beli air 15
tangki," tutur Suroto.

Kepala Desa Kendalsari, Supadi, membenarkan krisis air dialami  warga di lereng Merapi itu. Saat kemarau, mereka hanya mengandalkan air  dari bantuan.

"Warga butuh bantuan air, yakni untuk masak, mandi, cuci, dan minum ternak, karena persediaan air tadah hujan sudah kering kemarau ini,"
terang Supadi. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya