Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA lereng Gunung Merapi di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tengah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih pada musim kemarau ini.
Bantuan air dari Pemkab Klaten melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, belum bisa mencukupi kebutuhan warga sehari-hari.
Dalam merespons kesulitan warga tersebut, Kodim 0723 Klaten tergerak dan langsung menyalurkan bantuan air bersih ke beberapa desa di kawasan lereng Gunung Merapi. Pada Senin (6/8), bantuan itu direalisasikan.
"Kami, hari ini, menyalurkan tujuh tangki ke Desa Kendalsari dan Bumiharjo," kata Dandim 0723 Klaten Letkol (Inf) Eko Setyawan, kepada
pers di Desa Kendalsari, Klaten, Jawa Tengah, Senin (6/8).
Penyaluran bantuan air tersebut, menurut Dandim, adalah bantuan tahap pertama dari 20 tangki yang telah direncanakan Kodim 0723 Klaten. "Untuk pengantaran air, kami terkendala truk tangki. Harus antre, sehingga bantuan terpaksa disalurkan bertahap dan tahap pertama ini tujuh tangki," ungkap Eko.
Salah satu warga Desa Kendalsari, Suroto, menyambut gembira bantuan air bersih dari Kodim 0723 Klaten. Bantuan ini baru kali pertama diterima warga dukuh tersebut.
"Senang sekali, Pak! Kalau tidak ada bantuan, warga harus membeli air. Harga air Rp170.000 per tangki. Kemarau ini, kami sudah beli air 15
tangki," tutur Suroto.
Kepala Desa Kendalsari, Supadi, membenarkan krisis air dialami warga di lereng Merapi itu. Saat kemarau, mereka hanya mengandalkan air dari bantuan.
"Warga butuh bantuan air, yakni untuk masak, mandi, cuci, dan minum ternak, karena persediaan air tadah hujan sudah kering kemarau ini,"
terang Supadi. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved