Senin 06 Agustus 2018, 12:15 WIB

Satu Keluarga di Palembang Edarkan Narkoba

Tosiani | Nusantara
Satu Keluarga di Palembang Edarkan Narkoba

MI/Tosiani

 

HR bersama dua anaknya, ID, 28, dan NB, 20, tertunduk lesu di hadapan penyidik Polda Sumatera Selatan, Senin (6/8). Satu keluarga warga Jalan Talang Krangga Palembang ini diciduk polisi lantaran mengedarkan narkoba.

Kepada petugas, ID mengakui terpaksa mengedarkan narkoba lantaran tuntutan memenuhi kebutuhan pokok keluarganya. Sejak HR, ayahnya dipenjara untuk kasus narkoba, beban hidup keluarganya makin berat.

Apalagi ia masih menganggur. Karenanya, ia dan adik perempuannya, NB, memilih menjadi pengedar narkoba. Aktivitas itu dikendalikan ayahnya, HR, dari dalam lapas.

"Kami terpaksa melakukannya karena tuntutan ekonomi," tutur ID, Senin (6/8), di Mapolda Sumsel.

Kapolda Sumsel Irjen Pol M Zulkarnaen, mengatakan NB ditangkap pada Kamis (2/8) pukul 21.00 WIB di jalan Tasik Talang Semut, Kecamatan Ilir Barat I Kota Palembang.

Sebelumnya, NB mendapat telepon dari HR, ayahnya, yang sedang menjalani hukuman di lapas Kelas I Merah Mata Palembang untuk mengambil pesanan sabu pada ID, kakaknya.

Lalu NB mendapat nomor ponsel pemesan. Mereka sepakat bertemu di depan toko oleh-oleh khas Palembang 'Lenggok Pasar' di Jalan Tasik Talang Semut.

Saat itu, NB ditangkap polisi dengan barang bukti empat paket sabu dalam plastik klip transparan yang disimpan dalam plastik warna hitam

Pengembangan dari kasus itu, lalu pada pukul 22.30 WIB, polisi menangkap ID, kakak NB di rumahnya, Jalan Talang Krangga Lr langgar Nomor 871 Palembang. Dari kediaman ID, polisi menemukan barang bukti 300 butir pil extacy warna merah berlogo petir dalam kaleng permen milton, tujuh butir pil ekstasi warna putih berlogo OMEGA, dua buah timbangan digital, empat paket serbuk warna merah seberat 55,31 gram, lima paket bungkus klip transparan seberat 77,68 gram.

"Kami prihatin dengan peredaran narkoba yang dilakukan satu keluarga ini. Tapi mereka telah merusak masa depan bangsa, sehingga harus dihukum berat," kata Kapolda.

ID dan NB dijerat Pasal 114 ayat 2, subsider Pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Mereka diancam penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun. Atau pidana seumur hidup. Atau pidana penjara paling singkat enam tahun, dan paling lama 220 tahun. Atau pidana mati, pidana penjara seumur hidup. (OL-2)

Baca Juga

MI/HARYANTO

Semen Gresik Apresiasi Inovator Terbaik di Perusahaannya

👤Haryanto 🕔Kamis 29 September 2022, 18:35 WIB
Gelaran SGIC V tahun 2022 berhasil menjaring 42 karya inovasi dari...
ANTARA/Adwit B Pramono

Basarnas Manado Tingkatkan Kemampuan Penyelamatan di Gedung Runtuh

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 18:34 WIB
Monce Brury mengatakan latihan ini sangatlah penting untuk penyelamatan korban di gedung...
Dok. Yayasan KEHATI

Dukung Mangrove Blue Carbon, KEHATI Kembali Tanam Puluhan Ribu Mangrove di Pandeglang

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 18:25 WIB
Berdasarkan hasil survei Yayasan KEHATI bersama Universitas Tirtayasa, Desa Panimbang Jaya dan Desa Cigorondong memiliki lahan seluas 2...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya