Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
MALAM ini, Minggu (5/8) terasa panjang bagi warga Denpasar, Bali. Gempa yang susul-menyusul sejak pukul 19.45 Wita tidak pelak menimbulkan kepanikan.
"Gempa...gempa. Potensi tsunami enggak?" ujar Melisa, 34, salah satu warga Denpasar yang menghambur keluar dari kamar kos dengan pakaian seadanya.
Gempa itu berlangsung cukup lama, hampir 5 menit dengan getaran yang diklaim Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berkekuatan 7 skala Richter berikut potensi tsunami.
Di era digital tentu mudah menemukan informasi pusat, amplitudo, hingga besaran gempa. Kendati begitu, tetap saja ada waktu jeda yang menimbulkan kepanikan. Belum surut panik sudah disusul gempa berikutnya yang cukup panjang dan sangat terasa guncangannya.
Tidak lama berselang, lini masa pun tumpah oleh info dari warga menunjukkan foto toserba yang hancur di pusat kota, Mal Bali Galeria penuh dengan puing. Kendaraan roda empat dan roda dua tertimpa reruntuhan bangunan, beberapa warga pun mengalami retak bangunan dan plafon ambruk, semakin memicu kepanikan.
Semua berjaga di depan rumah, siap dengan dokumen dan pakaian seadanya jika sewaktu-waktu terjadi hal yang mendesak. Bandara jadi tujuan utama.
Menariknya, tidak demikian dengan warga asli Bali yang lebih tenang dan percaya pada fenomena alam. Di sela kepanikan, pura-pura desa mengalunkan tembang lewat tabuhan gamelan. Jika kembali gempa, suara gamelan surut sejenak, lalu kembali ditabuh tidak lama setelahnya.
"Oh 7 SR ya? Ya sudah, ndak apa," ujar Made, 52, salah satu pemilik indekos di Denpasar.
Meski berstatus siaga tsunami, ada baiknya kepanikan dikelola dengan cermat, demikian pesan yang tersemat. Baru setelah kepanikan reda, tabuhan gamelan dari sejumlah pura di desa berhenti.
Berdasarkan info dari BMKG, pusat gempa berada di Sumbawa 8.37 lintang selatan dan 116.48 bujur timur. "Pusat gempa 18 km Barat Laut Lombok Timur NTB," ungkap Kepala Pusat Data Informasi BMKG Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran persnya. (Berita terkait: BNPB Minta Masyarakat Lombok Jauhi Pantai dan Tepian Sungai)
"Berdasarkan laporan BMKG telah ada tsunami dengan ketinggian tsunami yang masuk kedaratan 10 cm dan 13 cm. Diperkirakan maksimum ketinggian tsunami 0,5 meter. Waktu peringatan dini hingga BMKG menyampaikan pengakhiran peringatan tsunami," lanjutnya.
Berdasarkan analisis peta guncangan gempa dirasakan. Intensitas gempa di Kota Mataram VIII MMI, Karangasem VI MMI, Ubud V MMI, Denpasar IV MMI, Kuta IV MMI, Tabanan V MMI, Singaraja III MMI, Negara IV MMI, Banyuwangi III MMI, Jember III MMI, dan Malang II MMI.
"Dengan melihat kondisi tersebut diperkirakan kerusakan bangunan banyak terjadi terjadi," pungkas Sutopo. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved