Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Ratusan Hektare Tanaman Padi di Tuban Selamat dari Puso

M Yakub
05/8/2018 20:30
Ratusan Hektare Tanaman Padi di Tuban Selamat dari Puso
()

DI saat daerah lain mengalami kekeringan, sebagian wilayah di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menikmati panen raya. Itu terjadi setelah beberapa waktu lalu pintu air di kawasan Simo, Kecamatan Widang,  dibuka untuk menyelamatkan tanaman padi seluas 603 hektare di kawasan setempat.

"Ini semua berkat kerja sama antara Forkopimka yang melaksanakan koordinasi dan mediasi dengan para kepala desa terkait," kata Camat Widang, Sartono, saat panen raya di Desa Mlangi, Widang, Minggu (5/8).

Menurut Sartono, lahan persawahan di Kecamatan Widang total seluas 6.082 hektare (ha). Khusus di Desa Mlangi, lahan tanaman padi
seluas 603 ha. Dari jumlah itu, kata dia, tanaman seluas 228 ha mulanya terancam terancam gagal panen akibat kekeringan.

Setelah melakukan mediasi dengan beberapa Kepala Desa Mrutuk, Compreng, Sumberejo, akhirnya disepakati untuk membuka pintu air di Desa Simo untuk menyelamatkan padi. Hasilnya, lahan padi seluas 228 ha bisa terselamatkan dari bencana kekeringan.

"Kami bersama-sama memutuskan membuka pintu air yang ada di Desa Simo, akhirnya air bisa mengairi padi dari Desa Compreng, Mlangi, Mrutuk, Sumberjo. Karena  keberhasilan itu panen raya bisa dilaksankaan," tambahnya.

Menurut Sartono, lahan padi seluas 59 ha lainnya di Desa Ngadirejo juga terselamatkan dari kekeringan. Itu setelah mendapatkan
resapan dari saluran air sepanjang kawasan tersebut. Panen padi petani pun akhirnya mampu menghasilkan padi hingga 9,1 ton per hektare.

"Kami besyukur, bisa terhindar dari puso akibat kekeringan," ungkap mantan Camat Bangilan tersebut.

Sartono berharap kerja sama serupa bisa dilanjutkan untuk mengatasi bencana kekeringan pada masa mendatang. Pada kesempatan panen raya itu hadir pula Bupati Tuban Fathul Huda. Huda juga mengapresiasi langkah strategis jajarannya dalam menyelamatkan tanaman pangan di Kecamatan Widang dari bencana kekeringan.

"Ini semua berkat kerja sama dan kebersamaan masyarakat dan tidak terlepas pula dari kepedulian pimpinan. Untuk itu pimpinan yang baik harus dipertahankan," terangnya.

Bupati juga mengingatkan kepada petani agar terus mempelajari teknologi pertanian terbaru. Hal ini agar produksi pangan di Tuban meningkat dan tidak tertinggal dengan daerah lain.

Huda menyarakan pula agar petani mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi. Program itu disebutnya bisa membantu para petani menghindari gagal panen. (A-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya