Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH sempat menghilang selama dua hari akibat disapu hujan, titik panas kembali muncul di wilayah Provinsi Bangka Belitung (Babel).
Jumlahnya tercatat 11 titik panas.
Staf Analisa dan Prakirawan Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKg) Kelas 1 Pangkalpinang, Omar Mukhtar, mengatakan temuan itu berdasarkan pantauan satelit Terra, Aqua, dan Naomi NPP.
Sebaran 11 titik panas tersebut berada di Kabupaten Bangka Barat (Babar) sebanyak 6 titik, 4 di Kabupaten Bangka dan kabupaten Bangka Selatan (Basel) satu titik.
"Dari 11 titik panas ini yang paling banyak berada di Bangka Barat tepatnya di Kecamatan Jebus, kelapa dan simpang Teritip, sedangkan di Bangka berada di Puding Besar dan Riau Silip, satu titik lagi di Basel di Payung," kata Omar, di Pangkalpinang, Minggu (5/8).
Tingkat akurasi ke-11 titik itu, menurut Omar bervariasi mulai dari 61% hingga 81%. "Tingkat akurasi yang paling tinggi 81 % tepatnya di Bangka Barat," ujarnya.
"Ini hanya bersifat dugaan titik panas yang terdeteksi tersebut karena adanya hutan dan lahan yang terbakar, tapi untuk lebih memastikannya silakan langsung ke BPBD atau pemkab setempat," jelasnya.
Munculnya titik-titik panas di Babel, khususnya di Bangka Barat, didorong suhu panas yang mencapai 32 derajat terutama di siang hari. Cuaca yang panas tersebut menimbulkan kerentanan terjadi kebakaran hutan atau lahan.
"Cuaca panas terik seperti saat ini, sedikitnya saja terpercik puntung rokok bisa mengakibatkan terbakar, apalagi ilalang dan rumputnya
kering," ucap Omar.
Ia menambahkan untuk ketinggian gelombang maksimal di Selat Karimata mencapai 4 meter dengan kecepatan angin 43 km/jam. "Untuk kapal-kapal kecil khususnya nelayan harus waspada gelombang dan angin di Selat karimata, karena sangat berbahaya," pinta dia. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved