Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Belasan Titik Panas Kembali Terdeteksi Di Babel

Rendy Ferdiansyah
05/8/2018 18:30
Belasan Titik Panas Kembali Terdeteksi Di Babel
(ANTARA)

SETELAH sempat menghilang selama dua hari akibat disapu hujan, titik panas kembali muncul di wilayah Provinsi Bangka Belitung (Babel).
Jumlahnya tercatat 11 titik panas.

Staf Analisa dan Prakirawan Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKg)  Kelas 1 Pangkalpinang, Omar Mukhtar, mengatakan temuan itu berdasarkan pantauan satelit Terra, Aqua, dan Naomi NPP.

Sebaran 11 titik panas tersebut berada di Kabupaten Bangka Barat (Babar) sebanyak 6 titik, 4 di Kabupaten Bangka dan kabupaten Bangka Selatan  (Basel) satu titik.

"Dari 11 titik panas ini yang paling banyak berada di Bangka Barat  tepatnya di Kecamatan Jebus, kelapa dan simpang Teritip, sedangkan di  Bangka berada di Puding Besar dan Riau Silip, satu titik lagi di Basel  di Payung," kata Omar, di Pangkalpinang, Minggu (5/8).

Tingkat akurasi ke-11 titik itu, menurut Omar bervariasi mulai dari 61% hingga 81%. "Tingkat akurasi yang paling tinggi 81 % tepatnya di Bangka Barat," ujarnya.

"Ini hanya bersifat dugaan titik panas yang terdeteksi tersebut karena  adanya hutan dan lahan yang terbakar, tapi untuk lebih memastikannya silakan langsung ke BPBD atau pemkab setempat," jelasnya.

Munculnya titik-titik panas di Babel, khususnya di Bangka Barat, didorong suhu  panas yang mencapai 32 derajat terutama di siang hari. Cuaca yang panas tersebut menimbulkan kerentanan terjadi kebakaran hutan atau lahan.

"Cuaca panas terik seperti saat ini, sedikitnya saja terpercik puntung rokok bisa mengakibatkan terbakar, apalagi ilalang dan rumputnya
kering," ucap Omar.

Ia menambahkan untuk ketinggian gelombang maksimal di Selat Karimata mencapai 4 meter dengan kecepatan angin 43 km/jam. "Untuk kapal-kapal kecil khususnya nelayan harus waspada gelombang dan  angin di Selat karimata, karena sangat berbahaya," pinta dia. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya