Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Perairan NTT Diterjang Gelombang 3,5 Meter

Palce Amalo
04/8/2018 21:25
Perairan NTT Diterjang Gelombang 3,5 Meter
(thinkstock)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun El Tari  Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mengingatkan masyarakat  mewaspadai gelombang tinggi di perairan.

Tinggi gelombang pada Sabtu (4/8) berkisar antara 2,5-3,5 meter  berbahaya bagi kapal nelayan dan armada pelayaran antarpulau. Gelombang  tinggi masih berlangsung sampai Minggu (5/8), melanda wilayah perairan  NTT bagian selatan hingga barat.

"Tinggi gelombang masih berlangsung sampai Minggu, 5 Agustus tetapi  tinggi gelombang di beberapa wilayah perairan mulai berkurang," kata  Prakirawan BMKG Stasiun El Tari Kupang Maria Seran.

Tinggi gelombang pada Minggu (5/8) akan berkurang menjadi 2-3,5 meter.  Perairan yang diwaspai ialah Laut Sawu, Selat Sumba hingga perairan  selatan Pulau Sumba yang memiliki tinggi gelombang sampai tiga meter.  Sedangkan tinggi gelombang di perairan Kupang, Rote sampai Laut Timor  selatan NTT sekitar dua meter.

Gelombang tinggi yang terjadi di perairan NTT disebabkan swell rambatan  gelombang terjadi di wilayah lain. Rambatan gelombang dapat menempuh jarak ribuan kilometer hingga mencapai suatu perairan atau pantai  kendati tidak terjadi angin kencang. Saat ini kecepatan angin berkisar 4-20 kilometer per jam.

Sementara itu suhu udara secara umum berkisar antara 13-32 derajat  Celsius. Suhu terendah atau 13 derajat celcius terjadi di Ruteng dan  Bajawa, dan suhu 17 derajat celcius melanda Borong dan Ende.

Wilayah NTT juga masih diguyur hujan ringan di beberap wilayah seperti  di Ende dan Bajawa pada pagi hari, kemudian hujan turun pada siang hari  di  Ende, Bajawa, Ruteng, dan Borong. Adapun di Sumba hujan ringan turun sejak siang sampai malam. Hujan yang mengguyur daerah itu masih  berlangsung sampai Minggu. (A-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Agus Triwibowo
Berita Lainnya