Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Kulonprogo Kekurangan Hewan Kurban

Agus Utantoro
04/8/2018 20:10
Kulonprogo Kekurangan Hewan Kurban
( ANTARA FOTO/Yusran Uccang)

PRODUKSI sapi di wilayah Kabupaten  Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dipastikan tidak dapat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan  kurban pada Idul Adha 2018 ini, karena selama ini populasi sapi di  kabupaten ini justru menurun.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Nur Syamsu Hidayat, Sabtu (4/8), mengatakan produksi sapi memang cukup  tinggi, namun banyak yang dijual ke luar daerah saat masih 'pedet' atau  sapi anakan. "Kalau tidak justru sapi siap kawin," ujarnya.

Namun demikian, Nur Syamsu mengatakan pada akhir 2017, populasi sapi  potong di Kulonprogo sebanyak 51.047 ekor, dan populasi kambing PE  91.811 ekor. Pada 2011-2013 populasi sapi di Kulonprogo menurun karena terkena dampak  impor sapi. Pada tahun itu pula, tambahnya, harga sapi sangat rendah dan  peternak menjual sapi mereka karena takut rugi. 

Tapi, mulai 2014,  populasi sapi kembali menggeliat seiring larangan sapi impor. "Namun  hingga saat  tidak ada kenaikan populasi yang signifikan," ungkapnya.

Dari 12 kecamatan di Kulonprogo, ada lima kecamatan dengan populasi  tertinggi, yakni Sentolo sebanyak 6.143 ekor, Lendah sebanyak 6.122  ekor, Pengasih sebanyak 5.977 ekor, Wates sebanyak 5.934 ekor, dan  Panjatan sebanyak 5.678 ekor.

Sementara Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian dan  Pangan Kulonprogo Drajat Purbadi mengatakan, saat ini sudah dibentuk  tiga tim pemantau hewan kurban untuk mengantisipasi adanya hewan kurban  yang tidak sehat dan penyakit cacing hati.

Ia mengatakan Tim Pemantau Hewan Kurban (PHK) kabupaten ini  melibatkan  para dokter hewan, petugas Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan), para kader di tingkat desa dan  mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM.

"Tim pemantau hewan kurban untuk mengantisipasi hewan kurban yang  terserang penyakit seperti cacing hati dan antraks. Mereka akan bertugas untuk memeriksa kesehatan hewan kurban yang ada di tempat penampungan  hewan yang tersebar di 12 kecamatan," katanya.

Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmasvet) Dinas Pertanian  dan Pangan Kulonprogo Hari Suryanto mengambahkan masyarakat di perdesaan masih perlu ditingkatkan pengetahuan dan pemahamannya, mengenai  penyembelihan dan penganganan hewan kurban.

Menurut dia, hewan kurban yang akan disembelih harus dalam kondisi  sejahtera dan dihindarkan dari stress. "Berdasarkan evaluasi pelaksanaan  pemotongan hewan kurban pada tahun-tahun sebelumnya, perlu ada perhatian khusus soal sanitasi di tempat penyembelihan hewan kurban," katanya.  (A-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Agus Triwibowo
Berita Lainnya