Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Belasan Desa di 9 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi Dilanda Kekeringan

Benny Bastiandy
02/8/2018 10:25
Belasan Desa di 9 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi Dilanda Kekeringan
(MI/Benny Bastiandy)

SEBANYAK 18 desa/kelurahan di 9 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilanda kekeringan saat musim kemaraun tahun ini. Jumlahnya bisa saja bertambah lantaran puncak kemarau diprediksi berlangsung selama Agustus-September.

"Data sementara terakhir berdasarkan laporan yang masuk kepada kami, kekeringan terjadi di 18 desa di 9 kecamatan," terang Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman, kepada Media Indonesia, Rabu (1/8).

Sembilan wilayah yang dilanda kekeringan itu yakni Kecamatan Cibadak (satu desa dan satu kelurahan), di Kecamatan Waluran (dua desa), di Kecamatan Cikakak (dua desa), di Kecamatan Kabandungan (satu desa), di Kecamatan Gunungguruh (satu desa), di Kecamatan Warungkiara (satu desa), di Kecamatan Lengkong (empat desa), di Kecamatan Parungkuda (dua desa), dan di Kecamatan Bantargadung (tiga desa). 

Beberapa di antara desa tersebut langganan mengalami kekeringan setiap kali memasuki musim kemarau.

"Daerah yang dilanda kekeringan mayoritas langganan setiap memasuki kemarau," ucapnya.

Eka mengaku sudah menyalurkan bantuan air bersih terhadap warga yang mengalami krisis air bersih di sejumlah wilayah. Pendistribusian masih terus berjalan seiring permintaan dari aparatur pemerintahan setempat.

"Bantuan air bersih masih terus berjalan. Kita memiliki tangki air bersih berkapasitas 5 ribu liter. Kami memiliki lima armada yang siap menyalurkan air bersih," terangnya.

Berdasarkan data tahun lalu, kata Eka, jumlah wilayah yang terdampak musim kemarau sebanyak 27 kecamatan. Rapat koordinasi membahas antisipasi dan penanggulangan kekeringan terus dilakukan.

"Yang jelas kami selalu siaga menghadapi berbagai potensi bencana," tandasnya.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Cianjur, Zulkarnain Barhami, mengaku terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi ditimbulkan kemarau yang diprediksi akan berlangsung cukup lama. Sejumlah wilayah pun diwaspadai rawan berpotensi mengalami kekeringan, di antaranya Kecamatan Baros, Cibeureum, dan Lembursitu.

"Namun kami belum menerima adanya laporan kekeringan," kata Zulkarnain. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya