Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat luas kawasan hutan dan lahan yang terbakar di wilayah tersebut sepanjang 2018 mencapai 400 hektare lebih. Area lahan gambut di Kalsel mulai mengering dan terbakar memasuki puncak musim kemarau.
"Jika dibandingkan dengan tahun lalu kebakaran hutan dan lahan masih kecil, tetapi musim kemarau ini diperkirakan akan berlangsung lama sehingga perlu kita waspadai," tutur Kepala BPBD Kalsel, Wahyudin Ujud, Senin (30/7), di sela-sela kegiatan penyambutan obor Asian Games 2018 yang tiba di Banjarmasin.
Kebakaran hutan dan lahan terjadi di hampir semua kabupaten/kota,
di antaranya Kota Banjarbaru seluas 144 hektare, Kabupaten Banjar 57 hektare, Tapin 21,5 hektare, Hulu Sungai Selatan 29 hektare, Tabalong 8 hektare, dan Tanah Laut 127,5 hektare.
Adapun jumlah titik api berdasarkan pantauan satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dan Sipongi dalam kurun Mei sampai akhir Juli 2018 sebanyak 43 titik api.
Ditambahkan Wahyudin, memasuki puncak musim kemarau, Kalsel dalam status darurat siaga bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Gubernur Kalsel telah menerbitkan surat edaran agar 13 pemerintah kabupaten/kota mewaspadai dan mempersiapkan diri menghadapi ancaman karhutla.
"Lahan gambut di Kalsel mulai terbakar. Tingkat eskalasi kekeringan juga meningkat yang menunjukkan kemarau tahun ini bisa lebih parah dari tahun sebelumnya, meski hujan terkadang masih turun," tutur Zulkarnaen, Koordinator Manggala Agni Kalsel.
Menurut Zulkarnaen, titik api melonjak signifikan sejak beberapa pekan terakhir. Sejauh ini sudah puluhan hektare lahan gambut yang terbakar.
Kepala Dinas Kehutanan Kalsel Hanif Faisol Nurofiq mengatakan sepanjang 2017 luas hutan dan lahan yang terbakar mencapai 867,35 hektare. Kebakaran hutan dan lahan terluas pada 2017 terjadi di Kabupaten Tanah Laut seluas 401 hektare, Kotabaru 147,35 hektare dan Tanah Bumbu 110,50 hektare. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved