Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Lamongan Kekurangan Tenaga Penyuluh KB

M Yakub
24/7/2018 16:50
Lamongan Kekurangan Tenaga Penyuluh KB
(MI/Djoko Sardjono)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur, kekurangan petugas penyuluh Keluarga Berencana (KB) yang ideal. Padahal, Lamongan memiliki 64 kampung KB.

"Di Kabupaten Lamongan terdapat 64 Kampung KB. Jumlah tersebut adalah yang terbanyak se-Provinsi Jawa Timur," ungkap Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Hamdani Azhari saat Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-25 Tahun 2018 di Pendopo Lokatantra, Selasa (24/7) siang.

Dijelaskannya, Kampung KB merupakan wahana pemberdayaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung. "Ini dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas," tutur Hamdani.

Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Provinsi Jawa Timur Ajeng Lukitowati mengungkapkan, di Jawa Timur terdapat 2.262 penyuluh KB. Dari jumlah tersebut, 96 di antaranya di Kabupaten Lamongan.

Menurut Ajeng, idealnya seorang penyuluh KB hanya membawahi 2 desa atau kelurahan. Adapun di Lamongan terdapat 474 desa dan kelurahan. Itu berarti 4-5 desa/kelurahan untuk tiap penyuluh KB.

Keterbatasan tersebut, kata Ajeng, bisa diatasi dengan bantuan mitra kerja seperti kelompok tani, kepala desa, serta petugas lapangan KB dan TP PKK.

Pada kesempatan itu, Bupati Lamongan Fadeli mengapresiasi keberhasilan Dinas PPKB membentuk 64 Kampung KB tersebut.  "Sebenarnya target Kampung KB hanya 27, namun dalam pelaksanaannya ternyata mencapai 64. Hal tersebut sangat membanggakan. Saya berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan," ujar Fadeli. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya