Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Uu Hormati Penolakan Kubu Sudrajat-Syaikhu

Bayu Anggoro
29/6/2018 18:20
Uu Hormati Penolakan Kubu Sudrajat-Syaikhu
(ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

CALON Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, menghormati adanya pihak-pihak yang tidak percaya dengan hasil Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat 2018 versi hitung cepat (quick count), termasuk kubu Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik).

Menurutnya, hal itu bukan persoalan karena merupakan hak siapa pun sehingga harus dilindungi.

"Saya sangat menghormati. Itu hak mereka untuk membantahnya," kata Uu.

Dia mengaku tidak heran dengan penolakan hasil hitung cepat ini.

"Biasanya, orang yang tidak mau percaya quick count, pasti ada ketidaksetujuan," katanya.

Ini disebabkan hasil hitung cepat tidak memenangkan kandidat yang mereka dukung. Akan tetapi, lanjut Uu, jika hasil hitung cepat memenangkan kandidat yang mereka dukung, pihak-pihak yang menolak ini pasti akan langsung menyetujuinya.

"Toh, kalau yang di seberang sana yang menang, pasti di seberang sana juga akan percaya quick count," katanya.

Oleh karena itu, Bupati nonaktif Tasikmalaya ini mengajak seluruh pihak untuk berpikir dewasa dan bijak dalam menyikapi persoalan ini.

Sembari menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat, penolakan yang ada harus disampaikan dengan cara-cara yang baik dan tidak menghasut.

"Kita berharap semuanya dewasa dalam berpolitik, kembali kepada keimanan dan ketakwaan. Jangan bikin gaduh lagi. Kita tunggu hasil dari KPU, dengan tidak berbuat kegaduhan," katanya.

Selain itu, dia pun meminta kubu yang berseberangan dengannya agar menghormati sikapnya yang telah merasa menang.

"Hargai kami yang sudah menyatakan menang. Kan kelima-limanya (lembaga survei menyatakan Rindu) menang. Wajar kalau kami mengklaim kemenangan," katanya.

Dia menjelaskan, kemenangan yang telah diklaimnya ini tidak berlebihan karena berdasarkan hitung-hitungan yang ilmiah. Tidak hanya di Pilgub Jabar, hasil hitung cepat pun selalu akurat dengan hasil resmi pemilu lainnya.

"Sekarang, sudah ada kesimpulan sebelum penghitungan KPU. Jadi hasil quick count ini tidak heran, karena sekarang ada ilmunya yang lebih hebat lagi. Jadi saya rasa bakal sama hasilnya dengan di KPU," katanya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya