Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Utara yang diusung PDI Perjuangan dan PPP, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus bersikukuh belum mau mengakui kekalahan mereka. Meskipun sejumlah lembaga survei pasangan Djoss dinyatakan kalah telak dalam penghitungan cepat (quick count) Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018.
"Sumatra Utara ini memiliki wilayah yang luas. Tim kami sedang bekerja melakukan investigasi dan melakukan penghitungan suara manual untuk tim Djoss. Sementara ini, dari 20% suara yang masuk, Djoss unggul mendapatkan 50,9% atau unggul 0,9% dari pasangan Eramas," kata Sihar kepada wartawan dalam konferensi pers di Kantor DPD PDIP Sumut, Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Kamis (28/6).
Djarot maupun Sihar mengaku hanya berpegang pada hasil penghitungan nyata atau real count yang saat ini tengah dilaksanakan pihak DPD PDI Perjuangan Sumut.
"Real count sedang kita lakukan. Jika sampai penghitungan suara mencapai 100%, barulah kami akan menyatakan kalah atau menang dalam Pemilihan Gubernur Sumatra Utara ini," kata Sihar.
Dia merasa yakin, angka perolehan suara tersebut akan terus berubah sesuai dengan data yang masuk dari daerah-daerah tempat penyelenggaraan Pilgub.
Djarot maun Sihar dan tim dari DPD PDIP Sumut mengaku menolak mengakui hasil quick count yang menyatakan mereka kalah. Seperti yang telah dikeluarkan oleh sejumlah lembaga survei, seperti Indikator, SMRC, dan LSI yang menyatakan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah unggul telah 56% atas pasangan Djoss yang hanya meraih 43%.
"Quick count itu kan hanya mengambil sampel 400-500 TPS, kami mau perhitungan dari 100% baru lah akan ketahuan kami menang atau kalah," ujar mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved